Bos Ducati Ungkap Kunci Juara Dunia MotoGP 2026: Bukan yang Banyak Menang

MotoGP memilih Rio de Janeiro, Brasil, sebagai panggung pembuka menuju musim 2027.

Persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin ketat. General Manager Ducati Corse Gigi Dall'Igna menilai konsistensi akan menjadi faktor utama yang menentukan pembalap terbaik hingga akhir musim.(Foto: MotoGP)

GEBRAK.ID — Persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin ketat. General Manager Ducati Corse Gigi Dall’Igna menilai konsistensi akan menjadi faktor utama yang menentukan pembalap terbaik hingga akhir musim.

Menurut Dall’Igna, kemenangan dalam banyak seri belum tentu cukup untuk mengamankan gelar. Pembalap harus mampu mengumpulkan poin secara konsisten dalam setiap balapan yang tersisa.

“Saya berpendapat bahwa gelar juara dunia ini akan dimenangkan oleh siapa yang tampil terbaik dari sekarang hingga akhir seri kejuaraan,” kata Dall’Igna seperti dikutip dari MotoGP, Kamis (3/9/2026).

Bos Ducati tersebut menilai pembalap seharusnya tidak hanya mengejar kemenangan. Perolehan poin secara rutin menjadi modal penting untuk menjaga posisi di klasemen.

“Kalian bisa memenangkan gelar dengan kemenangan seri yang sangat sedikit, tetapi kalian bisa bermain konsisten, konstan, dan di atas semua, kalian tidak boleh mendapatkan nol poin,” ujar Dall’Igna.

Ducati saat ini berupaya mempertahankan gelar juara dunia setelah Marc Marquez menjadi juara pada musim sebelumnya. Tim pabrikan asal Italia itu masih memiliki peluang besar untuk mengulang pencapaian tersebut.

Marc Marquez menjadi tumpuan Ducati dalam perburuan gelar musim ini. Pembalap asal Spanyol tersebut menempati posisi kedua klasemen sementara dengan 237 poin.

Posisi Marquez terpaut 19 poin dari Jorge Martin yang memperkuat Aprilia Racing. Kondisi tersebut membuat setiap seri tersisa menjadi sangat penting bagi kedua pembalap.

Dall’Igna pun mengingatkan bahwa konsistensi dapat menjadi pembeda dalam persaingan yang ketat. Pembalap yang mampu menghindari hasil buruk dan terus mengumpulkan poin berpeluang lebih besar keluar sebagai juara dunia.

Bagi Ducati, kemampuan Marquez menjaga performa hingga akhir musim akan menjadi kunci untuk mempertahankan mahkota MotoGP sekaligus melanjutkan dominasi mereka di kelas premier.

(A. Rayyan K/Sumber: MotoGP)