Integrasi PILN dan SISTER Diresmikan, Permudah Administrasi Dosen Lulusan Luar Negeri

1788527247471

Integrasi ini dilakukan untuk merespons keluhan dan kebutuhan para dosen yang selama ini terkendala dalam proses administrasi karena kedua sistem tidak terhubung. ( Foto: kemendikti)

GEBRAK. ID, JAKARTA– Kabar baik bagi para dosen lulusan perguruan tinggi luar negeri. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mengintegrasikan layanan Penyetaraan Ijazah Luar Negeri (PILN) dengan Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER). Integrasi ini dilakukan untuk merespons keluhan dan kebutuhan para dosen yang selama ini terkendala dalam proses administrasi karena kedua sistem tidak terhubung.

Respons Cepat atas Keluhan Dosen Lulusan Rusia

Langkah ini berawal dari sebuah keluhan yang disampaikan langsung oleh seorang dosen lulusan Rusia kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, pada awal Agustus lalu. Dosen tersebut mengaku sudah menyetarakan ijazahnya melalui laman PILN Kemdiktisaintek. Namun, karena saat itu PILN belum terintegrasi dengan SISTER, ia mengalami kesulitan untuk melengkapi data administrasi kepegawaiannya dan terpaksa memilih nama kampus yang tidak sesuai agar prosesnya bisa berjalan.

“Berita baik buat para dosen yang dulu pusing mikirin kenapa penyetaraan ijazah luar negeri tidak terintegrasi dengan SISTER,” ucap Stella Christie dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @prof.stellachristie, Selasa (1/9/2026). Stella memastikan bahwa dalam waktu satu bulan, Kemdiktisaintek bekerja keras untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hasilnya, kini kedua sistem telah terintegrasi.

Apa Itu PILN dan SISTER? PILN adalah layanan yang disediakan Kemdiktisaintek bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri untuk menyetarakan ijazahnya agar diakui di Indonesia. Proses ini penting, terutama bagi mereka yang ingin berkarir di instansi pemerintah, BUMN, atau melanjutkan studi .SISTER (Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi) adalah portal layanan administrasi bagi warga pendidikan tinggi.

Melalui SISTER, dosen dapat mengelola berbagai layanan seperti portofolio, aktivitas tridharma, beasiswa, sertifikasi, hingga kenaikan jabatan akademik dalam satu sistem yang terintegrasi. Sebelum integrasi ini, pencatatan riwayat pendidikan bagi dosen lulusan luar negeri menjadi kurang praktis karena data dari PILN tidak bisa secara otomatis terhubung ke SISTER.

Dosen pun harus melakukan input data secara manual yang berpotensi menimbulkan kesalahan.

Dampak Integrasi bagi Dosen

Dengan integrasi ini, para dosen lulusan luar negeri kini dapat mengelola riwayat pendidikan dan seluruh jenjang kariernya dengan lebih mudah dalam satu pintu. Setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Penyetaraan dari PILN, dosen dapat langsung mengklaim data pendidikan tersebut di SISTER.

Sistem akan secara otomatis mendeteksi data PILN yang sudah ada, sehingga dosen tidak perlu lagi mengisi data secara manual. Stella Christie berharap langkah kecil ini dapat membuat ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia menjadi lebih baik bagi para dosen. “Semoga sekarang lebih gampang lagi untuk menyatukan seluruh perjenjang karier yang sudah dilakukan oleh para dosen dan semoga langkah kecil ini yang kita selesaikan dalam jangka waktu singkat membuat ekosistem yang lebih baik lagi untuk para dosen kita,” pungkasnya.

(Devona R/ berbagai sumber)