PVMBG: Dentuman Diduga dari Erupsi Anak Krakatau Terdengar hingga Bandung
Kepala PVMBG Kementerian ESDM, Rita Susilawati, dalam konferensi pers bertajuk “Fenomena Erupsi Menerus Gunungapi Anak Krakatau”, melalui kanal resmi Badan Geologi, Sabtu (5/9/2026). (Sumber: Channel youtube Badan Geologi)
GEBRAK.ID, BANDUNG — Suara dentuman yang diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan terdengar hingga Bandung, Jawa Barat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan, energi akustik dari aktivitas erupsi gunung api tertentu memang dapat merambat hingga jarak ratusan kilometer.
Penjelasan tersebut disampaikan Kepala PVMBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rita Susilawati, dalam konferensi pers bertajuk “Fenomena Erupsi Menerus Gunungapi Anak Krakatau”, yang disiarkan melalui kanal resmi Badan Geologi, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Rita, fenomena suara erupsi yang terdengar dari jarak jauh tidak hanya terjadi pada Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pengamatan PVMBG terhadap sejumlah gunung api di Indonesia, erupsi dengan karakteristik tertentu dapat menghasilkan energi akustik yang cukup kuat untuk merambat jauh melalui atmosfer. “Kalau dari pengamatan yang kami lakukan, tidak hanya untuk Anak Krakatau, tetapi juga beberapa gunung api lainnya di Indonesia, ketika erupsi besar terjadi, atau tidak hanya erupsi besar, erupsi dengan tipe tertentu,” ujar Rita.
Erupsi Freatik Bisa Hasilkan Dentuman Nyaring
Rita menjelaskan, salah satu jenis erupsi yang dapat menghasilkan suara dentuman keras adalah erupsi freatik. Erupsi ini terjadi akibat interaksi antara air dengan sumber panas atau material vulkanik bersuhu tinggi di dalam sistem gunung api.
Proses tersebut dapat menyebabkan pelepasan tekanan secara cepat sehingga menghasilkan suara atau gelombang akustik yang kuat. “Karena kalau tipe freatik ini memang biasanya disertai dentuman yang nyaring,” kata Rita.
Energi akustik yang dilepaskan saat erupsi kemudian dapat merambat melalui atmosfer. Dalam kondisi tertentu, gelombang suara dapat menjangkau wilayah yang berada sangat jauh dari sumbernya. Karena itu, secara ilmiah, jarak yang cukup jauh antara Gunung Anak Krakatau dan Bandung tidak serta-merta menutup kemungkinan suara dari aktivitas gunung api terdengar di Jawa Barat.
Kondisi Atmosfer Berpengaruh
Jangkauan suara erupsi tidak hanya ditentukan oleh besarnya letusan. Kondisi atmosfer juga dapat memengaruhi bagaimana gelombang akustik merambat dari sumber menuju wilayah lain. Karakteristik erupsi, besarnya energi yang dilepaskan, tekanan, serta kondisi lapisan atmosfer menjadi sejumlah faktor yang dapat menentukan seberapa jauh suara terdengar.
Meski demikian, terdengarnya dentuman di suatu wilayah belum dapat dijadikan bukti tunggal bahwa sumber suara tersebut berasal dari Gunung Anak Krakatau. Identifikasi sumber dentuman memerlukan pencocokan dengan data pemantauan gunung api, termasuk aktivitas kegempaan dan parameter vulkanologi lainnya.
Dentuman Anak Krakatau Pernah Jadi Perhatian
Fenomena suara dentuman yang dikaitkan dengan Gunung Anak Krakatau bukan kali pertama menjadi perhatian publik. Pada April 2020, suara dentuman juga dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Jabodetabek ketika Gunung Anak Krakatau mengalami aktivitas erupsi. Namun, PVMBG saat itu menyatakan dentuman tersebut bukan berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau karena intensitas erupsi yang tercatat relatif kecil.
Catatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemunculan suara dentuman berdekatan dengan aktivitas gunung api tidak otomatis membuktikan bahwa keduanya memiliki hubungan langsung.
Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi
Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini terus dipantau oleh Badan Geologi melalui PVMBG. Informasi mengenai status aktivitas, potensi bahaya, dan rekomendasi bagi masyarakat disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.
Badan Geologi sebelumnya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi atau video mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang belum terverifikasi. Masyarakat disarankan memperoleh informasi dari Badan Geologi, PVMBG, dan MAGMA Indonesia sebagai sumber resmi pemantauan aktivitas gunung api.
Dengan demikian, suara dentuman yang diduga berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dilaporkan terdengar hingga Bandung secara akustik memungkinkan terjadi karena energi suara dari erupsi tertentu dapat merambat jauh. Namun, memastikan bahwa setiap dentuman yang terdengar di Bandung benar-benar berasal dari Gunung Anak Krakatau tetap memerlukan verifikasi berdasarkan data pemantauan resmi. (*)
Editor: Zaky Al Hamzah
Sumber: Badan Geologi/PVMBG Kementerian ESDM, Konferensi Pers “Fenomena Erupsi Menerus Gunungapi Anak Krakatau”, 5 September 2026.
