Bos Ducati Ungkap Marc Marquez Masih Menderita Sejak Kecelakaan di GP Indonesia
Marc Marquez ternyata belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialaminya setelah kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Bos Ducati, Davide Tardozzi, mengungkapkan kondisi fisik pembalap asal Spanyol itu masih belum mencapai 100 persen. (Foto: Crash.net)
GEBRAK.ID — Marc Marquez ternyata belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialaminya setelah kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Bos Ducati, Davide Tardozzi, mengungkapkan kondisi fisik pembalap asal Spanyol itu masih belum mencapai 100 persen.
Marquez mengalami kecelakaan saat bersenggolan dengan Marco Bezzecchi pada MotoGP Indonesia di Mandalika, Oktober 2025. Insiden tersebut membuatnya mengalami cedera ligamen bahu serta patah tulang yang kemudian membutuhkan tindakan operasi.
Masalah pemulihan ternyata tidak berhenti di sana. Beberapa bulan setelah operasi pertama, Marquez kembali masuk ruang operasi setelah salah satu sekrup yang dipasang bergeser dan menekan saraf radialnya.
Sebelumnya, Tardozzi memperkirakan kekuatan otot bahu Marquez bisa kembali sepenuhnya pada September 2026. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan proses pemulihan berjalan lebih lambat dari perkiraan.
“Ya, saya tahu September sudah tiba. Menurut saya dia sudah membaik, tapi belum 100 persen,” kata Tardozzi, dikutip dari Motosan, Jumat (4/9/2026).
Tardozzi bahkan menilai dampak cedera akibat kecelakaan di Mandalika kali ini terasa lebih berat dibandingkan cedera serius yang pernah dialami Marquez pada 2020.
“Sayangnya, Marc masih merasakan dampak kecelakaan tahun lalu di Indonesia, bahkan lebih berat daripada yang di 2020,” ungkapnya.
Meski tubuhnya belum sepenuhnya fit, Marquez tetap mampu menunjukkan performa kompetitif. Pada MotoGP Aragon, ia berhasil meraih kemenangan setelah terlibat persaingan ketat dengan Pedro Acosta.
Hasil tersebut sekaligus memangkas jaraknya dengan Jorge Martin dalam perebutan klasemen. Marquez kini hanya terpaut 19 poin dari rivalnya tersebut. Kemenangan di Aragon juga menjadi kemenangan keempatnya dalam enam balapan terakhir.
Namun, perjalanan Marquez musim ini tidak selalu mulus. Kondisi fisiknya disebut sangat dipengaruhi karakter setiap sirkuit. Ia beberapa kali harus puas finis di luar podium, termasuk posisi ketujuh di Mugello, Assen, dan Silverstone. Marquez juga gagal menyelesaikan balapan di Buriram dan Jerez.
Dari balapan utama yang sudah dijalaninya musim ini, Marquez telah mengoleksi empat kemenangan. Dengan selisih 19 poin, peluangnya untuk kembali merebut gelar juara dunia masih terbuka lebar.
Tantangan terbesar Marquez kini bukan hanya menghadapi para rival di lintasan. Ia juga harus menjaga kondisi tubuhnya agar mampu bertahan dalam persaingan hingga akhir musim.
Tardozzi mengatakan Marquez tidak ingin menjadikan kondisi fisiknya sebagai alasan untuk membatasi penampilan.
“Marc mungkin tidak sedang memikirkan kondisi fisiknya; dia sedang berpikir untuk melakukan yang terbaik sesuai kondisinya saat ini,” jelas Tardozzi.
Dengan persaingan gelar yang semakin ketat, kemampuan Marquez mengelola kondisi tubuh akan menjadi faktor penting dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP musim 2026.
(A. Rayyan K/Sumber: MotoGP)
