Lomba Debat Indonesia 2026 Berakhir, Talenta Muda Didorong Naik Kelas hingga Panggung Internasional

penutupan lomba debat 2026

Lomba Debat Indonesia (LDI) Tingkat Nasional 2026 resmi berakhir pada Sabtu (5/9/2026). Namun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan perjalanan para peserta tidak berhenti setelah kompetisi selesai. (Foto: Humas Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Lomba Debat Indonesia (LDI) Tingkat Nasional 2026 resmi berakhir. Namun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan perjalanan para peserta tidak berhenti setelah kompetisi selesai.

Melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kemendikdasmen mendorong para talenta muda terus mengasah kemampuan melalui pembinaan, pengalaman belajar, beasiswa, hingga kesempatan tampil di tingkat internasional.

Penutupan LDI 2026 berlangsung pada Sabtu (5/9/2026). Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono menyatakan bahwa kompetisi debat bukan sekadar ajang menentukan pemenang.

“LDI bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Setiap mosi, argumentasi, sanggahan, dan perbedaan pandangan yang dihadapi peserta merupakan bagian dari proses untuk belajar berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, menghargai perbedaan, dan membangun kepercayaan diri,” ujar Irene.

Menurut Irene, kemampuan tersebut membutuhkan latihan secara terus-menerus. Karena itu, peserta LDI diharapkan tetap aktif membaca, berdiskusi, berlatih menyampaikan gagasan, serta berani mengambil peran di berbagai ruang.

“Prestasi dan pengalaman yang diperoleh melalui ajang talenta dapat menjadi pintu masuk bagi proses pembinaan berikutnya. Kami berharap peserta terus membaca, berdiskusi, berlatih menyampaikan gagasan dengan santun, serta berani mengambil peran di berbagai ruang,” kata Irene.

LDI 2026 menjadi bagian dari implementasi Manajemen Talenta Murid yang diatur dalam Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025. Kompetisi ini memberi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, literasi, berpikir kritis, kepemimpinan, serta argumentasi.

Para peserta juga menghadapi mosi yang membahas beragam persoalan aktual, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, teknologi hingga dinamika global. Pengalaman tersebut memperluas wawasan sekaligus melatih peserta menyusun argumentasi secara terstruktur.

Kesempatan melanjutkan pembinaan juga hadir melalui kolaborasi Puspresnas dengan International Global Network (IGN). Sebanyak 15 Best Speakers cabang Debat Bahasa Inggris peringkat 1 hingga 15 mendapat kesempatan mengikuti pelatihan dan pembinaan MUN Academy.

Dari proses tersebut, tiga peserta terpilih akan menjadi delegasi Indonesia pada AYIMUN 24 Malaysia yang dijadwalkan berlangsung 15–18 Januari 2027.

Edgar Wirasasmita dari SMA Negeri 4 Denpasar, peraih 2nd Best Speaker Debat Bahasa Inggris LDI 2026, menyebut program lanjutan membuat prestasi di LDI terasa sebagai awal perjalanan baru.

“Program lanjutan seperti MUN Academy membuat kami merasa bahwa prestasi ini bukan akhir, tetapi awal untuk mendapatkan pengalaman yang lebih luas,” ujar Edgar.

Kemendikdasmen juga membuka kesempatan Beasiswa Talenta Indonesia bagi para pemenang ajang talenta, termasuk LDI. Dengan demikian, kompetisi menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan identifikasi bakat, pengembangan, aktualisasi, apresiasi, hingga pemanfaatan talenta.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)