Erupsi Anak Krakatau Meluas, 6 Bandara Ditutup Sementara karena Abu Vulkanik
Bandara Husein Sastranegara Bandung ditutup sementara setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. (Foto: Wikipedia)
GEBRAK.ID — Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda berdampak langsung terhadap operasional penerbangan. Sebanyak enam bandara harus ditutup sementara setelah abu vulkanik terdeteksi berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Enam bandara yang terdampak yakni Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Pondok Cabe, Bandara Budiarto Curug Tangerang, serta Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Kementerian Perhubungan sebelumnya menutup lima bandara berdasarkan informasi sebaran abu vulkanik dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Namun, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan kondisi di wilayah Bandung juga terdampak.
Bandara Husein Sastranegara kemudian ikut menghentikan sementara aktivitas penerbangan mulai pukul 12.00 WIB pada Minggu, 6 September 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pihak terkait melakukan pengujian terhadap kondisi abu vulkanik di sekitar wilayah bandara.
“Kami melakukan tes pukul 12.00 WIB untuk Bandara Husein Sastranegara di Bandung terindikasikan bahwa sudah terdampak sehingga pada pukul 12.00 Bandara Husein Sastranegara di Bandung kami nyatakan ditutup untuk penerbangan,” kata Dudy dalam jumpa pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Penutupan sementara berlaku sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan. Abu vulkanik dapat membahayakan aktivitas pesawat sehingga otoritas perlu memastikan kondisi ruang udara dan lingkungan bandara tetap aman sebelum penerbangan kembali beroperasi.
Baca juga: Erupsi Anak Krakatau Makin Meluas, 4 Bandara Ditutup! Abu Vulkanik Capai Tinggi 14,6 Km
Kementerian Perhubungan juga terus memperbarui informasi mengenai perkembangan sebaran abu vulkanik. Pemantauan dilakukan bersama BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), AirNav Indonesia, operator bandara, serta maskapai penerbangan.
Dudy meminta maskapai tidak memaksakan penerbangan jika kondisi belum memungkinkan. Menurut dia, keselamatan penumpang dan seluruh pengguna jasa penerbangan harus menjadi prioritas utama selama erupsi Gunung Anak Krakatau masih berdampak terhadap wilayah udara.
Kondisi keenam bandara tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan sebaran abu vulkanik. Jika situasi sudah dinyatakan aman, operasional penerbangan diharapkan dapat kembali berjalan normal secara bertahap.
(Saeful Imam/Sumber: Kemenhub)
