Tiongkok dan Singapura Perkuat Kerja Sama Maritim Lewat Latihan Gabungan di Zhanjiang
Tiongkok dan Singapura kembali memperkuat kerja sama pertahanan melalui latihan maritim gabungan Exercise Maritime Cooperation (XMC) 2026 yang dimulai pada 5 September 2026 di Zhanjiang, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. (Foto: www.myanmaritv.com)
GEBRAK.ID, ZHANJIANG — Tiongkok dan Singapura kembali memperkuat kerja sama pertahanan melalui latihan maritim gabungan Exercise Maritime Cooperation (XMC) 2026 yang dimulai pada 5 September 2026 di Zhanjiang, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan.
Latihan bilateral tersebut menjadi edisi kelima sejak kerja sama serupa pertama kali digelar pada 2015. Kegiatan melibatkan fregat berpeluru kendali Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy) PLANS Dali dan fregat kelas Formidable milik Angkatan Laut Republik Singapura (RSN), RSS Steadfast.
Latihan dijadwalkan berlangsung hingga 9 September 2026 dan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung di darat pada 5–7 September di Pangkalan Angkatan Laut Ma Xie, Zhanjiang, sedangkan tahap kedua dilaksanakan di laut pada 8–9 September di perairan sekitar c.
Perkuat Kepercayaan dan Kemampuan Operasional
Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok menyatakan latihan tersebut ditujukan untuk memperdalam rasa saling percaya antara kedua angkatan laut, meningkatkan kerja sama praktis, serta memperkuat kemampuan bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Dalam pelaksanaannya, kedua angkatan laut akan menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari latihan penembakan meriam dengan peluru tajam, komunikasi dan manuver, hingga pengisian perbekalan di laut (replenishment at sea).
Latihan juga mencakup operasi pencarian dan penyelamatan bersama serta latihan evakuasi medis. Pada tahap darat, personel kedua angkatan laut melakukan latihan perencanaan dan pertukaran pengalaman profesional. Kedua pihak juga dijadwalkan melakukan pertukaran sea riders saat memasuki fase latihan di laut.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa latihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan tempur, tetapi juga pada interoperabilitas, komunikasi, koordinasi, dan kemampuan merespons insiden di laut.
Pencarian dan Penyelamatan Jadi Bagian Penting
Aspek pencarian dan penyelamatan (search and rescue) menjadi salah satu komponen penting dalam latihan tahun ini. Kerja sama tersebut memiliki relevansi praktis mengingat kawasan perairan Laut Tiongkok Selatan merupakan salah satu jalur pelayaran yang padat dengan kondisi cuaca dan laut yang dapat berubah secara kompleks.
Kemampuan kedua angkatan laut dalam berkomunikasi dan berkoordinasi ketika menghadapi situasi darurat di laut menjadi penting, khususnya dalam operasi yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Selain itu, latihan penembakan dan pengisian perbekalan di laut memberikan kesempatan kepada kedua angkatan laut untuk menguji serta meningkatkan kemampuan operasional masing-masing dalam skenario yang lebih realistis.
Kerja Sama Militer yang Berlangsung Sejak 2015
Latihan maritim bilateral Tiongkok-Singapura pertama kali dilaksanakan pada 2015. Sejak saat itu, kedua negara mengembangkan latihan tersebut menjadi mekanisme pertukaran militer yang dilakukan secara berkala dengan pola penyelenggaraan bergantian. Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok menyebut XMC 2026 sebagai edisi kelima dari latihan tersebut.
Kementerian Pertahanan Singapura juga menegaskan bahwa XMC 2026 merupakan edisi kelima latihan dan menjadi bagian dari hubungan pertahanan bilateral yang terus berkembang antara kedua negara.
Sebelumnya, pada 2025, Angkatan Laut Tiongkok juga mengirimkan kapal untuk berpartisipasi dalam latihan gabungan di Singapura. Rangkaian pertukaran semacam ini menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk meningkatkan hubungan profesional dan pemahaman antara personel militer.
Berlangsung di Tengah Dinamika Keamanan Kawasan
Latihan Tiongkok-Singapura berlangsung di tengah dinamika keamanan maritim Asia-Pasifik yang semakin kompleks. Kedua negara memiliki kepentingan terhadap keamanan jalur pelayaran dan stabilitas kawasan, sementara Singapura sendiri merupakan salah satu negara yang sangat bergantung pada kelancaran perdagangan dan konektivitas maritim.
Bagi Singapura, latihan bilateral dengan berbagai mitra pertahanan merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan interoperabilitas angkatan bersenjatanya. Dalam beberapa pekan terakhir, RSS Steadfast juga mengikuti latihan bilateral dan multilateral lainnya, termasuk latihan dengan Jepang dan partisipasi dalam Exercise Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026.
Sementara bagi Tiongkok, latihan maritim dengan negara-negara kawasan menjadi bagian dari aktivitas kerja sama pertahanan dan pertukaran militer yang lebih luas.
Fokus pada Stabilitas Kawasan
Melalui XMC 2026, Tiongkok dan Singapura berupaya memperkuat kemampuan personel kedua angkatan laut dalam menghadapi berbagai skenario operasi maritim, sekaligus memperluas ruang komunikasi dan kerja sama militer.
Dengan menggabungkan latihan tempur terbatas, komunikasi, manuver, pengisian logistik, pencarian dan penyelamatan, serta evakuasi medis, latihan ini mencakup dimensi keamanan sekaligus keselamatan maritim. Kedua negara menyatakan bahwa latihan tersebut diarahkan untuk memperdalam kepercayaan, memperkuat kerja sama praktis, serta meningkatkan kemampuan bersama dalam mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan. (*)
Editor: Zaky Al Hamzah
(Sumber: Xinhua, www.myanmaritv.com)
