Gary Neville Bongkar Masalah Terbesar MU Era Carrick: Lawan Sudah tak Takut

michael-carrick-mu

Manchester United (MU) memang mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di bawah Michael Carrick (tampak dalam gambar). Namun, rapuhnya lini belakang membuat legenda MU Gary Neville kembali melontarkan kritik tajam. (Foto: Manchester United)

GEBRAK.ID, MANCHESTER — Manchester United (MU) memang mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di bawah Michael Carrick. Namun, rapuhnya lini belakang membuat legenda MU Gary Neville kembali melontarkan kritik tajam.

Neville menilai Manchester United menghadapi persoalan besar karena terlalu mudah kebobolan. Kondisi tersebut menjadi sorotan setelah Bruno Fernandes dkk gagal mempertahankan keunggulan dalam laga melawan Everton yang berakhir 2-2, Minggu (6/9/2026).

Hasil itu membuat MU mengoleksi tujuh gol dalam tiga pertandingan awal, tetapi sudah kebobolan enam gol. Sebelumnya, skuad Iblis Merah kalah 0-2 dari Hull City pada pertandingan pembuka sebelum bangkit dengan kemenangan telak 5-2 atas Ipswich Town di Old Trafford.

Menurut Neville, kebiasaan kebobolan tersebut dapat menjadi masalah serius bagi Carrick, terlebih Manchester United akan segera kembali berlaga di Liga Champions.

“Manchester United kebobolan dua gol per pertandingan. Anda tidak bisa kebobolan dua gol setiap pertandingan,” kata Neville, Senin (7/9/2026).

Menurut mantan bek MU tersebut, Manchester United sebenarnya sudah membutuhkan pembenahan di sektor pertahanan sejak bursa transfer musim panas. Namun, klub justru tidak mendatangkan pemain bertahan baru.

“Dengan pertanyaan yang muncul sejak bursa transfer mengenai pertahanan, United harus menang hari ini dan tidak boleh kebobolan. Analisis yang malas akan mengatakan mereka kebobolan dua gol spektakuler,” ujarnya.

Neville juga menyoroti keputusan Carrick melakukan pergantian pemain di lini belakang pada pengujung pertandingan. Ia mempertanyakan pergantian Luke Shaw dan Diogo Dalot, terlebih setelah beberapa pelatih sebelumnya seperti Ruben Amorim dan Erik ten Hag juga kerap mengubah komposisi empat pemain bertahan.

“Bagaimana Carrick akan mengatasinya? Empat pemain terbaiknya sudah berada di lapangan. Kemudian dia mengganti Shaw dan Dalot. Amorim pernah melakukan hal yang sama, begitu juga Ten Hag. Tidak banyak pilihan di belakang empat pemain utama tersebut,” kata Neville.

Kekhawatiran Neville semakin besar karena menurutnya lawan-lawan Manchester United mulai memiliki keyakinan untuk menyerang. “Tim-tim lawan merasa mereka bisa mencetak gol. Itu adalah posisi yang sangat buruk,” tegasnya.

Neville kemudian mengingat kembali periode ketika Manchester United pernah mengalami persoalan serupa, tepatnya pada masa setelah Peter Schmeichel meninggalkan klub dan sebelum Edwin van der Sar datang.

“Dulu ada periode antara Peter Schmeichel dan Edwin van der Sar ketika tim-tim yang datang ke Old Trafford merasa mereka bisa mencetak gol karena Manchester United tidak cukup bagus secara defensif,” katanya.

Situasi tersebut, menurut Neville, kini mulai terasa kembali. Ia memperingatkan bahwa jika Manchester United terus memberikan peluang dan kebobolan dengan mudah, masalah itu bisa menjadi beban besar bagi Carrick.

“Gol-gol yang mereka kebobolan akan terus menghantui dan mengejar mereka di sepanjang perjalanan musim ini,” ujar Neville.

Manchester United kini harus segera memperbaiki masalah tersebut. The Red Devils dijadwalkan menghadapi Sabah dari Azerbaijan pada laga Liga Champions tengah pekan sebelum menjalani derby melawan Manchester City.

Sorotan terhadap lini belakang MU pun semakin tajam karena klub menghabiskan dana besar pada bursa transfer musim panas, tetapi tidak mendatangkan tambahan pemain bertahan. Dengan jadwal kompetisi yang semakin padat, Neville menilai kelemahan tersebut bisa menjadi masalah serius jika tidak segera diperbaiki.

(A. Rayyan K/Sumber: Manchester United)