Mourinho Heran Inter Milan Belum Juara Liga Champions Lagi, Padahal…
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. (Foto: Real Madrid)
GEBRAK.ID — Jose Mourinho mengaku heran melihat Inter Milan belum kembali mengangkat trofi Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, menurut pelatih Real Madrid itu, Nerazzurri memiliki kualitas dan konsistensi yang membuat mereka layak bersaing di level tertinggi Eropa.
Penilaian tersebut disampaikan Mourinho menjelang pertemuan Real Madrid dan Inter Milan pada matchday pertama Liga Champions 2026/2027. Duel kedua tim berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (9/9/2026) pukul 02.00 WIB.
Mourinho punya alasan kuat untuk menilai Inter sebagai salah satu tim elite. Dalam enam tahun terakhir, klub asal Milan itu tampil dominan di kompetisi domestik Italia dengan meraih tiga gelar Serie A dan tiga Coppa Italia.
Namun, pencapaian tersebut belum berbanding lurus dengan prestasi Inter di Liga Champions. Sejak terakhir kali menjadi juara pada musim 2009/2010 bersama Mourinho, Inter belum mampu menambah koleksi trofi di kompetisi antarklub paling bergengsi Eropa tersebut.
Inter memang sempat kembali mendekati gelar. Mereka mencapai final Liga Champions pada musim 2022/2023 dan 2024/2025, tetapi harus puas sebagai runner-up. Pada musim lalu, perjalanan Nerazzurri bahkan terhenti lebih awal setelah tersingkir pada fase play-off babak gugur.
Mourinho menilai kegagalan tersebut cukup mengejutkan jika melihat kualitas Inter dalam beberapa musim terakhir. Ia bahkan memuji kesinambungan permainan yang dibangun klub tersebut dari satu pelatih ke pelatih berikutnya.
“Tim yang hebat, tim yang sungguh luar biasa,” ujar Mourinho seperti dilansir TMW.
Menurut Mourinho, Inter mampu mempertahankan identitas permainan meski mengalami pergantian pelatih. Setelah era Antonio Conte dan Simone Inzaghi, kini Cristian Chivu melanjutkan pekerjaan tersebut dengan karakter tim yang relatif sama.
“Mereka menjadi tim hebat selama enam tahun, mulai dari Antonio Conte hingga Inzaghi dan sekarang bersama Chivu, selalu dengan sistem permainan yang sama dan profil pemain yang sama,” kata Mourinho.
Mourinho juga menyoroti kekompakan para pemain Inter. Juru taktik asal Portugal itu melihat tim tersebut sudah sangat memahami satu sama lain sehingga mampu bermain dengan tingkat koordinasi tinggi.
“Mereka bisa bermain dengan mata tertutup. Mereka memiliki kualitas, kematangan, dan kekuatan fisik. Hal yang mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir adalah mereka belum juara Liga Champions,” ujar Mourinho.
Kini, Inter mendapat kesempatan baru untuk membuktikan diri di Eropa. Tantangan pertama langsung berat karena mereka harus bertandang ke markas Real Madrid.
Pertemuan tersebut juga memiliki nuansa khusus bagi Mourinho. Ia pernah membawa Inter meraih gelar Liga Champions pada musim 2009/2010 setelah menaklukkan Bayern Muenchen di final yang berlangsung di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.
Kali ini, Mourinho justru berdiri di sisi berlawanan. Ia akan memimpin Real Madrid menghadapi mantan klub yang pernah mengukir salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
(A. Rayyan K/Sumber: TMW)
