Hanya Gelar Dokter yang Boleh Tertera di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

1788925100719

Gelar dokter pada tiket penerbangan berkaitan dengan kebutuhan bantuan medis jika terjadi keadaan darurat selama pesawat mengudara. ( Foto: ist)

GEBRAK.ID,JAKARTA – Pernah memperhatikan adanya tulisan “Dr” sebelum nama penumpang pada tiket atau boarding pass pesawat? Gelar tersebut bukan sekadar identitas profesi, tetapi memiliki kaitan dengan penanganan keadaan darurat medis selama penerbangan. Dalam pemesanan tiket pesawat, penumpang pada umumnya diminta memasukkan nama sesuai dokumen identitas serta memilih titel tertentu. Namun, di antara berbagai profesi, dokter menjadi profesi yang secara khusus dapat dicantumkan titelnya dalam data pemesanan pada sejumlah maskapai.

Pencantuman gelar dokter bertujuan membantu awak kabin mengidentifikasi penumpang yang memiliki kompetensi medis apabila terjadi kondisi darurat di dalam pesawat. Informasi mengenai fungsi tersebut sebelumnya juga disampaikan Angkasa Pura I. Pencantuman titel dokter dimaksudkan untuk memudahkan awak kabin memperoleh bantuan medis ketika terjadi keadaan darurat selama penerbangan.

Bukan Sekadar Gelar di Tiket

Keadaan darurat medis di dalam pesawat merupakan situasi yang berbeda dengan penanganan pasien di rumah sakit. Ruang yang terbatas, fasilitas medis yang tidak selengkap rumah sakit, serta posisi pesawat yang sedang berada di udara membuat penanganannya membutuhkan koordinasi khusus.

Literatur medis mengenai keadaan darurat dalam penerbangan menjelaskan bahwa awak kabin dapat meminta bantuan dokter atau tenaga kesehatan lain yang berada di antara penumpang. Dalam situasi tertentu, maskapai juga dapat berkoordinasi dengan layanan medis berbasis darat untuk membantu menentukan tindakan yang diperlukan, termasuk apakah penerbangan perlu dialihkan ke bandara lain.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) juga merekomendasikan adanya prosedur tertulis bagi maskapai dalam menghadapi keadaan darurat medis. Prosedur tersebut antara lain mencakup mekanisme meminta bantuan dokter atau tenaga kesehatan yang menjadi penumpang serta langkah untuk memverifikasi kualifikasi profesional mereka.

Tidak Semua Maskapai Menerapkan Cara yang Sama

Meski demikian, pencantuman gelar dokter pada tiket bukan berarti seluruh maskapai di dunia menerapkan aturan yang identik. Sistem pemesanan tiket masing-masing maskapai dapat memiliki format berbeda. Bahkan, titel yang tersedia pada sistem reservasi bisa berbeda tergantung maskapai dan sistem yang digunakan. Karena itu, klaim bahwa setiap tiket pesawat wajib mencantumkan gelar dokter perlu dipahami secara hati-hati.

Yang lebih tepat, sejumlah maskapai menyediakan atau menggunakan informasi titel dokter untuk membantu identifikasi penumpang dengan latar belakang medis. Contoh yang lebih jelas datang dari All Nippon Airways (ANA). Maskapai Jepang tersebut memiliki program “Doctor on Board”, yang memungkinkan dokter dengan lisensi Jepang melakukan registrasi terlebih dahulu. Jika terjadi penumpang sakit atau cedera dan membutuhkan bantuan medis, awak kabin dapat melihat daftar penumpang terdaftar dan meminta bantuan dokter tersebut secara langsung. Artinya, identifikasi dokter di dalam pesawat memang dapat menjadi bagian dari sistem penanganan keadaan darurat medis, meskipun mekanismenya tidak selalu berupa sekadar tulisan “Dr” pada tiket.

Mengapa Bantuan Dokter Dibutuhkan di Pesawat?

Kondisi medis dapat muncul sewaktu-waktu ketika pesawat sedang terbang. Penumpang dapat mengalami berbagai persoalan kesehatan, mulai dari pingsan hingga kondisi yang membutuhkan pertolongan lebih serius. Sebuah kajian yang diterbitkan dalam Cleveland Clinic Journal of Medicine mencatat bahwa keadaan darurat medis di pesawat pernah diperkirakan terjadi sekitar satu dari 604 penerbangan dalam sebuah penelitian. Kajian tersebut juga menjelaskan bahwa pesawat komersial membawa sejumlah perlengkapan medis untuk menghadapi keadaan darurat tertentu.

Dalam situasi demikian, dokter yang kebetulan berada di dalam pesawat dapat memberikan penilaian dan bantuan sesuai kompetensinya. Namun, penanganan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan fasilitas di dalam pesawat dan koordinasi dengan layanan medis yang tersedia.

Bukan Berarti Dokter Harus Selalu Menolong

Adanya gelar dokter pada data penerbangan juga tidak berarti dokter tersebut otomatis bertindak sebagai dokter yang menangani seluruh penumpang selama perjalanan. Dalam keadaan darurat, awak kabin dapat meminta bantuan tenaga kesehatan yang berada di dalam pesawat. Kajian medis mengenai penanganan keadaan darurat penerbangan menyebutkan bahwa dokter yang memberikan pertolongan perlu mempertimbangkan kondisi pasien, kompetensinya sendiri, serta sumber daya medis yang tersedia.

Di sejumlah sistem maskapai, identifikasi dokter bahkan dilakukan melalui mekanisme registrasi khusus, bukan semata-mata berdasarkan titel yang tercetak pada tiket. Sementara itu, maskapai seperti Garuda Indonesia memiliki prosedur tersendiri bagi penumpang dengan kondisi medis tertentu. Untuk kondisi yang memerlukan perhatian khusus, penumpang dapat diwajibkan memperoleh persetujuan medis melalui dokumen Medical Information Form (MEDIF) sebelum melakukan perjalanan.

Jadi, jika Anda melihat gelar “Dr” pada tiket pesawat, hal tersebut bukan sekadar tambahan nama. Informasi tersebut dapat membantu maskapai mengidentifikasi tenaga medis yang mungkin dibutuhkan ketika terjadi keadaan darurat di udara.

(Devona R/ berbagai sumber)