Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu Ungkap Tantangan Jadi Pasangan Baru
Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu (tampak dalam gambar) menghadapi tantangan berbeda setelah dipasangkan sebagai ganda campuran Indonesia. (Foto: Djarum Badminton)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu menghadapi tantangan berbeda setelah dipasangkan sebagai ganda campuran Indonesia. Keduanya harus meninggalkan kebiasaan bertanding di sektor masing-masing dan membangun chemistry baru di lapangan.
Bagas selama ini lebih dikenal sebagai pemain ganda putra. Ia pernah berpasangan dengan sejumlah atlet, di antaranya Muhammad Putra Erwiansyah, Leo Rolly Carnando, dan Muhammad Shohibul Fikri.
Kini, Bagas harus beradaptasi dengan pola permainan ganda campuran yang memiliki karakter berbeda. Ia mengakui proses tersebut tidak mudah karena sudah lama bermain di sektor ganda putra.
“Kalau saya pribadi, kami berdua sudah lama sekali pada sektor ganda putri dan ganda putra. Saya juga masih perlu adaptasi lebih karena tidak gampang main ganda campuran,” kata Bagas dalam keterangan resmi PBSI, Rabu (16/9/2026).
Menurut Bagas, komunikasi dan pembagian peran menjadi bagian penting yang harus mereka benahi. Ia juga merasa perlu banyak belajar dari pasangan yang sudah lebih dulu berpengalaman di nomor ganda campuran.
“Kami harus lebih mengatur lagi di dalam lapangan. Kami juga masih perlu berbagi ilmu dengan pasangan lain yang sudah turun dalam ganda campuran,” jelas Bagas.
Apriyani menghadapi persoalan serupa. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu sebelumnya bertahun-tahun tampil di ganda putri sebelum beralih ke sektor ganda campuran.
PBSI memang tengah melakukan penataan komposisi pemain ganda campuran. Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI Nova Widianto menyebut Bagas/Apriyani termasuk salah satu kombinasi yang akan mendapat kesempatan untuk diuji. Evaluasi mencakup chemistry, komunikasi, pola permainan, hingga konsistensi ketika bertanding.
Apriyani pun menyadari pola permainan yang biasa ia jalankan di ganda putri tidak bisa diterapkan begitu saja bersama Bagas.
“Jadi memang ada porsinya. Saya harus tahu, karena pola Dejan sama Bagas juga berbeda. Kurang lebih tidak terlalu banyak untuk perubahannya,” ujar Apriyani.
Sebelumnya, Apriyani juga sudah menjalani transisi ke ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah. Keduanya bahkan mampu merebut gelar Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah mengalahkan pasangan Chinese Taipei, Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun, dalam pertandingan tiga gim.
Sementara itu, Bagas sebelumnya menjalani debut ganda campuran bersama Indah Cahya Sari Jamil di Polytron Pontianak International Challenge 2026. Mereka mencapai perempat final sebelum dikalahkan Dejan/Apriyani.
Kini, Bagas/Apriyani mendapat kesempatan untuk menguji kombinasi mereka dalam Polytron Surabaya International Challenge 2026. Turnamen tersebut berlangsung pada 22-27 September 2026 di Surabaya.
Ajang itu menjadi kesempatan penting bagi keduanya untuk mengukur sejauh mana komunikasi, pembagian tugas, dan pola permainan mereka bisa menyatu sebagai pasangan baru.
(A. Rayyan K/Sumber: PBSI)
