Urban Spiritual Indonesia dan Burgreens Ajak Masyarakat Rawat Kesehatan Mental Lewat Kearifan Jawa
Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia atau World Mental Health Day pada 10 Oktober 2026, Urban Spiritual Indonesia berkolaborasi dengan Burgreens menggelar kegiatan bertajuk “Javanese Mental Wisdom with Healthy Food” di Burgreens Flagship, Menteng, Jakarta. (Foto: Istimewa)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia atau World Mental Health Day pada 10 Oktober 2026, Urban Spiritual Indonesia berkolaborasi dengan Burgreens menggelar kegiatan bertajuk “Javanese Mental Wisdom with Healthy Food” di Burgreens Flagship, Menteng, Jakarta.
Kegiatan ini mengajak masyarakat perkotaan memperhatikan kesehatan mental melalui meditasi, pemahaman kearifan lokal Jawa, serta pola makan sehat. Di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan modern, peserta diajak meluangkan waktu untuk mengenali diri, menenangkan pikiran, dan membangun keseimbangan hidup.
Co-Founder Urban Spiritual Indonesia, Dr. Turita Indah Setyani, memandu sesi meditasi dan diskusi mengenai filosofi Jawa yang berkaitan dengan kesehatan mental. Ia merupakan pakar religi Jawa dan pernah mengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) pada 1990–2026. Turita juga pernah menjabat Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Susastra FIB UI periode 2021–2023.
Menurut Turita, kearifan Jawa menawarkan prinsip untuk mengelola pikiran dan perasaan agar manusia mampu hidup harmonis dengan diri sendiri, sesama, dan alam.
“Javanese Mental Wisdom secara ringkas merupakan seni mengelola pikiran dan hati ala masyarakat Jawa agar manusia dapat hidup selaras (harmonis) dengan dirinya sendiri, orang lain, dan alam semesta tanpa kehilangan kedamaian batin,” ujar Turita.
Baca Juga
Ia menjelaskan, prinsip tersebut mencakup penerimaan diri melalui filosofi nrima ing pandum, yakni menerima ketentuan hidup dengan ikhlas dan rasa syukur, serta eling lan waspada yang mengajarkan kesadaran dan kewaspadaan dalam berpikir maupun bertindak.
Selain itu, masyarakat diajak mengenali kebutuhan dan kemampuan diri, bersikap sabar, serta mengedepankan welas asih. Nilai rukun agawe santoso juga menekankan pentingnya kerukunan sosial, sedangkan memayu hayuning bawana mengingatkan manusia untuk turut menjaga kedamaian dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini turut menghubungkan kesehatan mental dengan pemenuhan nutrisi melalui sajian makanan nabati dari Burgreens. Hidangan berbahan alami tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang menggabungkan perawatan pikiran dan tubuh.
Co-Founder Burgreens, Irene Tjhai, mengatakan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga cara seseorang merawat pikiran dan membangun hubungan dengan dirinya sendiri.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk sejenak memperlambat langkah, kembali mendengarkan diri sendiri, serta menyadari bahwa hidup sehat tidak harus rumit,” kata Irene.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti makan dengan lebih sadar, menyediakan waktu untuk beristirahat, dan mempelajari kearifan lokal dapat membantu membangun kehidupan yang lebih seimbang.
Acara tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh, antara lain pemerhati budaya Lily Tjahjandari, S.S., M.Hum., Ph.D., CertDA, aktor Ferly Putra, serta Farly Bowono, Kepala Sekolah Lansia Wulan (Warga Usia Lanjut) Smart, bersama istrinya, Kris.
Melalui kegiatan ini, Urban Spiritual Indonesia dan Burgreens berharap masyarakat urban dapat merawat kesehatan mental dengan memadukan kesadaran diri, kebiasaan hidup sehat, dan nilai-nilai budaya Indonesia.
(Devona R/Sumber: Pusinfo Urban Spiritual Indonesia)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID