Raffi Ahmad Klarifikasi Kehadiran di Deklarasi Sumpah Pemuda, Ini yang Membuatnya Disorot

1793398710930

Raffi Ahmad menegaskan dirinya hanya datang sebagai undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan acara. Klarifikasi muncul setelah kegiatan di Bundaran HI menuai polemik di media sosial. (Foto: Instagram)

GEBRAK. ID, JAKARTA – Raffi Ahmad akhirnya memberikan klarifikasi mengenai kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Klarifikasi tersebut disampaikan Raffi melalui unggahan di Instagram pada Jumat malam, 30 Oktober 2026.

Dalam pernyataannya, Raffi menegaskan dirinya datang ke kegiatan tersebut hanya sebagai undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara.

“Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara,” tulis Raffi dalam pernyataannya.

Utusan Khusus Presiden RU Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ini menyatakan tidak mengetahui secara rinci susunan kegiatan maupun pihak-pihak yang hadir dalam acara tersebut.

Mengapa Raffi Ahmad Memberikan Klarifikasi?

Kehadiran Raffi menjadi sorotan setelah pelaksanaan deklarasi di Bundaran HI berkembang menjadi polemik di media sosial. Salah satu persoalan yang ramai dibicarakan adalah kemunculan peserta yang mengenakan atribut almamater perguruan tinggi, tetapi kemudian diketahui mengaku bukan mahasiswa kampus tersebut.

Salah seorang peserta bahkan mengaku mengikuti kegiatan berdasarkan undangan komunitas dan menerima bayaran. Persoalan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses perekrutan dan verifikasi peserta deklarasi.

Universitas Dian Nusantara (Undira) juga memberikan klarifikasi setelah atribut kampusnya terlihat dikenakan peserta yang kemudian mengaku bukan mahasiswa kampus tersebut. Di tengah polemik itu, posisi Raffi sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ikut menjadi perhatian publik karena dirinya hadir dalam acara tersebut. Raffi kemudian menegaskan bahwa kehadirannya tidak berarti dirinya menjadi bagian dari penyelenggara.

Raffi Bantah Atur Kemunculan Merek

Selain persoalan peserta, Raffi juga membantah tudingan bahwa dirinya mengatur kemunculan sebuah merek dalam kegiatan tersebut. Ia secara khusus menyinggung keberadaan gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek air mineral di sekitar lokasi. “Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya,” kata Raffi.

Keterangan Raffi tersebut sejalan dengan penjelasan perusahaan yang logonya terlihat pada fasilitas di sekitar lokasi. Le Minerale menyatakan tidak menjadi sponsor, tidak terlibat dalam penyelenggaraan, maupun memberikan dukungan dalam bentuk apa pun terhadap kegiatan tersebut. Perusahaan menjelaskan logo produknya berada pada water barrier atau pembatas jalan yang merupakan fasilitas pengaturan lalu lintas, bukan atribut sponsorship acara.

Raffi Sebut Suara Mahasiswa Tetap Penting

Dalam klarifikasinya, Raffi juga menegaskan bahwa dirinya menghormati mahasiswa yang menyampaikan aspirasi pada momentum Sumpah Pemuda. Menurut dia, penyampaian pendapat merupakan hak dan suara mahasiswa memiliki arti penting.Ia juga meminta masyarakat memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil kesimpulan atau menyebarkannya.

“Saya selalu terbuka terhadap kritik dan masukan, tentunya kritik yang didasarkan pada fakta, bukan tuduhan atau fitnah dari dugaan yang tidak benar, terlebih jika menyangkut keluarga,” tulisnya. Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari klarifikasi Raffi karena polemik mengenai kehadirannya berkembang di media sosial setelah acara berlangsung.

Deklarasi Digelar Polda Metro Jaya

Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 digelar Polda Metro Jaya bersama mahasiswa, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan dan berbagai elemen masyarakat di kawasan Bundaran HI, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, Raffi menyampaikan pesan agar generasi muda tidak mudah terpecah akibat hoaks, ujaran kebencian dan provokasi di media sosial. Menurut Raffi, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan senjata, generasi muda saat ini menghadapi tantangan berupa disinformasi dan provokasi di ruang digital.

Klarifikasi Raffi Diserbu Puluhan Ribu Komentar

Unggahan klarifikasi Raffi kemudian mendapat perhatian besar dari pengguna Instagram. Berdasarkan tangkapan layar unggahan yang beredar, posting tersebut telah memperoleh sekitar 105 ribu tanda suka dan 46,7 ribu komentar, selain ribuan kali dibagikan. Tingginya interaksi menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kehadiran Raffi dalam kegiatan tersebut serta polemik yang muncul setelah deklarasi.

Meski demikian, jumlah like dan komentar pada media sosial bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Raffi menutup klarifikasinya dengan meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan suatu informasi sebelum memastikan kebenarannya.

Polemik tersebut kini tidak hanya menyangkut kehadiran figur publik, tetapi juga mempertanyakan proses penyelenggaraan sebuah kegiatan yang membawa nama mahasiswa dan berlangsung di ruang publik.

Deklarasi yang dihadiri Raffi Ahmad di Bundaran HI diberitakan berlangsung pada 29 Oktober 2026. Sementara 28 Oktober 2026 merupakan Hari Sumpah Pemuda dan juga tanggal yang disebut Raffi dalam klarifikasinya ketika menyinggung aspirasi mahasiswa.

(Dinar K/Sumber: Instagram/@raffinagita)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID