Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, dalam kegiatan Konsolidasi Kemitraan Strategis Industri, LKP, dan Dinas Pendidikan yang digelar di Gianyar, Bali, Selasa (27/1/2026). Menurutnya, tantangan masa depan menuntut pendidikan untuk tidak lagi dimaknai semata dari aspek akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kesiapan kerja.
“Tugas konstitusional mencerdaskan kehidupan bangsa harus dimaknai secara luas. Kecerdasan tidak boleh hanya kognitif, tetapi juga keterampilan praktis yang berdampak langsung pada kesejahteraan,” ujar Atip.
Atip menilai ekosistem pendidikan yang kolaboratif membuka lebih banyak peluang bagi peserta didik untuk berkembang sesuai potensi dan minat. Penguatan LKP, kata dia, menjadi salah satu instrumen penting dalam menjawab kebutuhan dunia kerja. Atip bahkan mengaku menyaksikan langsung lulusan LKP yang mampu menembus pasar kerja internasional.
“Mereka adalah bukti bahwa kecerdasan praktis bisa membuka pintu peluang global,” ucap Atip.
Atip mencontohkan sosok-sosok sukses seperti Rudy Hadisuwarno di bidang tata rambut dan Rudy Choirudin di dunia kuliner sebagai gambaran nyata keberhasilan jalur keterampilan terapan. Menurutnya, sertifikat kompetensi dari LKP menjadi pengakuan konkret atas keahlian aplikatif yang dibutuhkan industri.
Selain keterampilan teknis, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya kecerdasan sosial dan kemampuan bahasa asing berbasis praktik. Atip merujuk riset Dale Carnegie Foundation yang menunjukkan bahwa sebagian besar kesuksesan ditentukan oleh kemampuan membangun relasi dan kepercayaan.
Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, mengungkapkan mulai 2026 kewenangan perizinan dan pembinaan LKP akan didesentralisasikan ke pemerintah kabupaten/kota. Langkah ini dinilai membuat respons terhadap kebutuhan industri lebih cepat dan kontekstual.
“Kami juga memperkuat kualitas instruktur melalui beasiswa mikro-kredensial dan rekognisi pembelajaran lampau,” kata Yaya.
Hasilnya, sepanjang 2025, lebih dari 89 persen peserta Program Pendidikan Kecakapan Kerja terserap dunia kerja, sementara 90 persen lulusan Pendidikan Kecakapan Wirausaha berhasil membuka usaha mandiri. Capaian ini menjadi fondasi optimisme Kemendikdasmen dalam menyiapkan SDM Indonesia yang kompetitif di pasar global.
(***)

Posting Komentar untuk "Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Industri dan LKP: Siapkan SDM Siap Kerja Global"