![]() |
| Tampilan dua mobil Afeela, yakni Afeela 1 (kiri) dan prototipe Afeela 2026. (Foto: Afeela) |
GEBRAK.ID – Ambisi besar dua raksasa Jepang, Sony dan Honda, untuk menembus pasar mobil listrik premium lewat merek Afeela kini terancam kandas. Usaha patungan mereka, Sony Honda Mobility (SHM), dikabarkan menghentikan pengembangan kendaraan listrik yang selama ini digadang-gadang sebagai simbol masa depan mobilitas.
Keputusan itu muncul setelah Honda mengumumkan perombakan strategi besar-besaran pada awal Maret 2026, termasuk membatalkan tiga model mobil listrik yang direncanakan untuk pasar Amerika Serikat.
Mengutip laporan TechCrunch, Kamis (26/3/2026), langkah tersebut diperkirakan bisa berdampak finansial hingga 16 miliar dolar AS bagi Honda.
Efek Tarif Trump dan Gempuran Mobil China
Salah satu faktor yang disebut memengaruhi keputusan ini adalah kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden AS Donald Trump. Kebijakan tersebut memicu tekanan baru terhadap industri otomotif global, termasuk kendaraan listrik.
Selain itu, persaingan ketat dari produsen mobil listrik China seperti BYD juga membuat lanskap pasar semakin agresif dan penuh tekanan harga.
Pasar EV Amerika sendiri tengah mengalami perubahan signifikan. Sejumlah insentif kendaraan listrik dikurangi, sementara banyak startup EV tumbang akibat ketatnya kompetisi dan beban biaya produksi tinggi.
Nasib Afeela 1 yang Belum Sempat Mengaspal
Padahal, sedan Afeela 1 sebelumnya direncanakan meluncur akhir tahun 2026 ini dengan harga fantastis sekitar 90.000 dolar AS atau setara Rp1,5 miliar.
Berikut gambaran singkat proyek Afeela:
- Merek: Afeela
- Perusahaan: Sony Honda Mobility
- Model Perdana: Afeela 1 (Sedan)
- Harga Awal: ± US$90.000
- Status 2026: Pengembangan terhenti
- Target Pasar: Amerika Serikat
Hingga kini belum ada kejelasan mengenai masa depan ratusan karyawan SHM di Tokyo dan California, Amerika Serikat. Dalam pernyataan resminya, Sony Honda Mobility menyebut akan terus membahas dan mengevaluasi masa depan usaha patungan ini serta menjanjikan pengumuman arah jangka menengah dan panjang dalam waktu dekat.
Kilas Balik: Dari Vision-S ke Afeela
Dunia pertama kali dibuat terkejut saat Sony memamerkan mobil konsep Vision-S di ajang Consumer Electronics Show 2020 (CES 2020). Ketika itu, CEO Sony Kenichiro Yoshida menyebut, “Prototipe ini mewujudkan kontribusi kami untuk masa depan mobilitas.”
Vision-S hadir dengan layar penuh di dasbor, audio 360 derajat, layar hiburan penumpang belakang, serta 33 sensor di sekeliling kendaraan. Mobil tersebut dibangun di atas platform milik Magna, pemasok otomotif global.
Awalnya banyak yang mengira Vision-S hanya ajang pamer teknologi hiburan Sony. Namun pada 2022, Sony resmi menggandeng Honda dan pada 2023 mereka meluncurkan merek Afeela.
Ambisinya jelas: menggabungkan keunggulan teknologi hiburan Sony dengan pengalaman manufaktur Honda.
Realita Pasar EV yang Berubah Cepat
Namun, sejak 2023 hingga 2026, pasar kendaraan listrik global berubah drastis. Laporan dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan pertumbuhan EV global tetap tinggi, tetapi persaingan harga semakin tajam, terutama karena ekspansi agresif produsen China.
Di Amerika Serikat, perubahan kebijakan industri dan tarif impor membuat strategi ekspansi sejumlah pabrikan asing menjadi kurang kompetitif.
Dalam konteks itu, proyek Afeela—yang menyasar segmen premium—menghadapi tantangan besar: harga tinggi, persaingan ketat, serta ketidakpastian kebijakan.
Akhir atau Strategi Ulang?
Meski proyek pengembangan dihentikan, SHM menyebut akan tetap memanfaatkan “teknologi dan aset tertentu” dari Honda untuk mendukung pengembangan sedan dan SUV Afeela jika strategi baru disepakati.
Apakah ini akhir dari mimpi mobil listrik Sony-Honda? Ataukah hanya jeda sebelum lahir konsep baru yang lebih realistis?
Yang jelas, kisah Afeela menjadi pelajaran penting bahwa di era transisi energi dan teknologi, bahkan kolaborasi dua raksasa global pun tak kebal dari kerasnya dinamika pasar.
(Sumber: TechCrunch)

Posting Komentar untuk "Afeela Kandas? Sony dan Honda Setop Proyek Mobil Listrik Mewah Rp1,5 Miliar"