Kemendikdasmen Perluas MABB 2026 ke Cilegon dan Serang, 4.300 Buku Dibagikan untuk Pemudik

Pada gelaran Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memperluas jangkauan kegiatan hingga ke Kota Cilegon dan Kota Serang, Provinsi Banten. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
CILEGON – Upaya menumbuhkan budaya literasi di ruang publik terus diperkuat. Pada gelaran Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memperluas jangkauan kegiatan hingga ke Kota Cilegon dan Kota Serang, Provinsi Banten.

Sebanyak 4.300 buku bacaan dibagikan kepada para pemudik di dua titik strategis, yakni Pelabuhan Merak dan Terminal Pakupatan, pada 17 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan aktivitas edukatif selama arus mudik Lebaran.

Ribuan Buku untuk Pemudik di Pelabuhan dan Terminal


Di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, sebanyak 2.300 buku disalurkan kepada keluarga dan anak-anak yang menunggu keberangkatan kapal menuju Pulau Sumatra. Sementara itu, di Terminal Pakupatan, Kota Serang, 2.000 buku lainnya dibagikan kepada penumpang transportasi darat.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa MABB bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak, dengan menyediakan buku yang sesuai jenjang usia.

“Kami ingin memperkenalkan bacaan yang tepat bagi anak serta menghadirkan aktivitas literasi yang menarik di ruang-ruang publik,” ujar Hafidz saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meninjau pelaksanaan MABB 2026 di Stasiun Senen, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Literasi Hadir di Titik Mobilitas Strategis

Pelaksanaan MABB di Banten dinilai strategis mengingat tingginya mobilitas masyarakat di wilayah tersebut saat musim mudik. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan literasi nasional.

Menurut Imam, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas bangsa yang harus dirawat bersama.

“Kita perlu memastikan bahasa Indonesia tetap menjadi pemersatu, bahasa daerah lestari sebagai akar budaya, dan penguasaan bahasa asing menjadi jendela dunia bagi generasi muda,” kata Imam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menambahkan bahwa Pelabuhan Merak merupakan simpul transportasi penting yang selalu dipadati pemudik, terutama di area Mall Sosoro sebelum naik kapal feri.

Heni menilai kegiatan literasi seperti MABB dapat mengisi waktu tunggu dengan aktivitas edukatif dan bermanfaat.

“Kami berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang bermanfaat sekaligus menjalani perjalanan dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Heni.

Harapan Perluasan Fasilitas Literasi

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang turut hadir dalam peninjauan di Stasiun Senen berharap program ini terus diperluas, baik dari sisi jumlah titik maupun koleksi buku.

Hetifah bahkan mendorong adanya penyediaan perpustakaan mini di rest area atau titik transit transportasi agar literasi tidak hanya hadir saat mudik, melainkan sepanjang tahun.

Dengan perluasan jangkauan MABB 2026, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya menjadikan momentum mudik sebagai ruang edukasi sekaligus penguatan budaya baca di tengah masyarakat.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Kemendikdasmen Perluas MABB 2026 ke Cilegon dan Serang, 4.300 Buku Dibagikan untuk Pemudik"