Personel TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi Transparan atas Serangan Artileri ke UNIFIL

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon Selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya PBB. (Foto: Xinhua/Ali Hashisho)

Editor: Devona R


GEBRAK.ID; JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyatakan kecaman keras atas insiden yang menewaskan satu personel TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda pada misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pemerintah mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh dan transparan atas serangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyampaikan bahwa prajurit tersebut gugur akibat tembakan artileri yang menghantam area sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu (29/3/2026) waktu setempat.

“Indonesia mengecam keras insiden ini dan mendesak investigasi yang komprehensif serta transparan,” demikian pernyataan resmi Kemenlu RI.

Selain korban jiwa, tiga personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan kini tengah mendapatkan perawatan medis. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pihak UNIFIL untuk memastikan proses pemulangan jenazah berjalan lancar.

Seruan Hormati Hukum Internasional

Indonesia kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB sesuai hukum humaniter internasional. Serangan terhadap personel misi perdamaian dinilai tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

UNIFIL berada di bawah mandat United Nations (PBB) untuk menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel sejak 1978. Berdasarkan laporan PBB, ketegangan di kawasan meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir menyusul eskalasi konflik regional.

Ketegangan bermula setelah serangan militer yang melibatkan Israel dan Iran pada Februari 2026, yang kemudian merembet ke Lebanon Selatan. Situasi memanas setelah kelompok bersenjata Hizbullah meluncurkan serangan ke target militer Israel yang dibalas dengan operasi militer berskala besar.

Data dari berbagai lembaga kemanusiaan internasional menyebutkan lebih dari seribu warga sipil Lebanon menjadi korban dalam gelombang serangan balasan tersebut. Sejumlah personel UNIFIL dari berbagai negara juga terdampak insiden lintas batas.

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan PBB dan otoritas terkait demi menjamin keselamatan seluruh prajurit yang bertugas.

Fakta Insiden Kontingen Garuda di Lebanon


- Lokasi: Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan 
- Misi: UNIFIL (Misi Perdamaian PBB)      
- Korban: 1 gugur, 3 luka                 
- Penyebab: Tembakan artileri                 
- Sikap RI: Desak investigasi penuh           

(Sumber: Kemenlu RI)



Posting Komentar untuk "Personel TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi Transparan atas Serangan Artileri ke UNIFIL"