38 Sekolah di Tulang Bawang Rampung Direvitalisasi, Pemerintah Siapkan 62 Sekolah Lagi pada Tahun 2026

Sebanyak 38 satuan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, kini telah tuntas direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp41,6 miliar. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; TULANG BAWANG – Upaya pemerintah memperbaiki kualitas pendidikan melalui pembenahan infrastruktur terus menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 38 satuan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, kini telah tuntas direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp41,6 miliar.

Peresmian program tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, yang menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.

“Pembangunan sekolah melalui revitalisasi bukan hanya soal fisik, tetapi bagaimana menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan. Ini sejalan dengan gerakan budaya sekolah ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” ujar Mendikdasmen Mu'ti.

Program revitalisasi tahun 2025 di wilayah ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga sekolah menengah. Rinciannya meliputi 2 PAUD, 13 SD, 13 SMP, 7 SMA, dan 3 SMK. Seluruh proyek tersebut kini telah selesai dan siap dimanfaatkan secara optimal oleh warga sekolah.

Pemerintah juga memastikan program ini tidak berhenti sampai di sini. Untuk tahun 2026, sebanyak 1.544 satuan pendidikan di Provinsi Lampung telah lolos tahap verifikasi untuk menerima bantuan serupa. Khusus di Kabupaten Tulang Bawang, tercatat 62 sekolah yang akan menjadi sasaran berikutnya, terdiri dari 9 PAUD, 38 SD, dan 15 SMP.

Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, menyambut baik keberlanjutan program tersebut. Ia menilai perbaikan sarana dan prasarana pendidikan memiliki dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran.

“Kesuksesan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga fasilitas yang mendukung proses belajar,” kata Qudrotul.

Dampak revitalisasi juga dirasakan langsung oleh sekolah penerima manfaat. Kepala SMP Negeri 2 Menggala, Deswan, mengungkapkan bahwa perubahan fasilitas membawa suasana belajar yang jauh lebih kondusif.

“Sekarang suasana belajar lebih nyaman dan menyenangkan. Ini sangat berpengaruh terhadap semangat siswa dalam belajar,” ujar Deswan.

Sekolah yang dipimpinnya mendapatkan bantuan sebesar Rp2,15 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun lima ruang kelas baru, ruang administrasi, ruang UKS, serta fasilitas toilet. Penambahan ruang kelas menjadi solusi atas persoalan lama, yakni kelebihan kapasitas siswa dalam satu kelas.

“Sebelumnya satu kelas bisa diisi hingga 34 sampai 36 siswa. Dengan ruang baru, kondisi ini bisa diatasi sehingga proses belajar lebih efektif,” jelas Deswan.

Deswan juga menegaskan komitmen pihak sekolah untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal. Ia menyebut bantuan yang diberikan merupakan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.

Tak hanya di tingkat sekolah menengah, manfaat revitalisasi juga dirasakan pada pendidikan anak usia dini. Kepala TK Dharma Wanita Melati 3, Surosowati, menyampaikan bahwa kini anak-anak memiliki fasilitas bermain yang lebih aman dan layak.

Sekolah tersebut mendapatkan pembangunan area bermain lengkap dengan alat permainan edukatif luar ruang, serta ruang UKS yang sebelumnya belum tersedia secara terpisah.

“Anak-anak sekarang bisa bermain dengan nyaman dan aman. Wali murid juga sangat senang melihat perubahan ini,” ungkapnya.

Menurut Surosowati, peningkatan fasilitas tersebut turut mendorong semangat anak-anak untuk datang ke sekolah. Hal ini menjadi indikator penting bahwa lingkungan belajar yang baik berpengaruh besar terhadap motivasi siswa sejak usia dini.

Program revitalisasi ini menunjukkan bahwa investasi pada infrastruktur pendidikan bukan hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga membawa dampak psikologis dan sosial bagi peserta didik.

Dengan keberlanjutan program yang telah direncanakan, pemerintah berharap semakin banyak sekolah di Indonesia memiliki fasilitas yang layak, sehingga kualitas pendidikan dapat meningkat secara merata.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang generasi muda, baik dari sisi akademik maupun karakter.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "38 Sekolah di Tulang Bawang Rampung Direvitalisasi, Pemerintah Siapkan 62 Sekolah Lagi pada Tahun 2026"