![]() |
| Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Foto: Kantor Staf Presiden RI) |
GEBRAK.ID; JAKARTA – Pemerintah memastikan biaya haji 2026 tetap turun Rp2 juta per jamaah, meskipun harga avtur dan minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan. Kepastian itu disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
“Kita pastikan biaya haji 2026 turun sekitar Rp2 juta, walaupun harga avtur naik,” kata Presiden Prabowo di hadapan ratusan pejabat pemerintah.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji bagi masyarakat Indonesia, di tengah dinamika global yang berdampak langsung pada komponen transportasi udara.
BPIH 2026 Resmi Turun, Jadi Rp87,4 Juta
Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebelumnya telah menyepakati penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp2 juta. Dengan demikian, rata-rata BPIH tahun ini menjadi Rp87.409.366 per jamaah.
BPIH mencakup berbagai komponen, antara lain:
* Biaya penerbangan (tiket pesawat)
* Akomodasi di Makkah dan Madinah
* Konsumsi
* Transportasi lokal
* Layanan umum dan perlindungan jamaah
Menurut data dari Kementerian Agama Republik Indonesia, komponen penerbangan selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam struktur biaya haji Indonesia.
Dampak Kenaikan Avtur dan Konflik Global
Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menjelaskan bahwa lonjakan biaya penerbangan tak lepas dari meningkatnya harga avtur akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sebelum konflik terbuka antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, rata-rata biaya penerbangan haji per jamaah berada di kisaran Rp33,5 juta.
Namun setelah konflik memanas dan harga bahan bakar pesawat melonjak, maskapai mengajukan penyesuaian biaya:
* Tanpa perubahan rute (direct route): biaya naik menjadi sekitar Rp46,9 juta per jamaah (naik 39,85 persen).
* Dengan re-routing untuk menghindari wilayah konflik: biaya bisa melonjak hingga Rp50,8 juta (naik 51,48 persen).
Maskapai nasional Garuda Indonesia mengusulkan tambahan sekitar Rp7,9 juta per orang. Sementara maskapai Saudia (Saudi Airlines) mengajukan kenaikan sebesar 480 dolar AS per jamaah.
Kenaikan ini sejalan dengan tren global harga energi. Data berbagai lembaga energi internasional menunjukkan harga minyak mentah dunia memang mengalami fluktuasi tajam akibat konflik geopolitik dan gangguan jalur distribusi energi.
Arahan Presiden: Jangan Bebani Jamaah
Meski tekanan biaya cukup besar, Menteri Haji dan Umrah menegaskan arahan Presiden RI menjadi pijakan utama pemerintah. “Jika ada kenaikan komponen biaya haji tahun ini, jangan dibebankan kepada calon jamaah,” ujar Irfan.
Irfan menambahkan, tim lintas kementerian tengah menghitung kebutuhan riil pembiayaan agar efisiensi tetap terjaga tanpa menurunkan kualitas layanan.
Kebijakan ini dinilai penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Setiap tahunnya, ratusan ribu warga Indonesia berangkat ke Tanah Suci melalui kuota yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.
Strategi Pemerintah: Efisiensi dan Optimalisasi Dana
Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai pemerintah kemungkinan akan mengoptimalkan beberapa skema, seperti:
* Efisiensi kontrak layanan di Arab Saudi
* Optimalisasi dana nilai manfaat dari pengelolaan dana haji
* Negosiasi ulang tarif penerbangan dan akomodasi
Langkah-langkah tersebut sebelumnya juga pernah dilakukan untuk menjaga stabilitas biaya haji di tengah fluktuasi kurs dan harga energi.
Komitmen Jaga Aksesibilitas Ibadah Haji
Keputusan menurunkan biaya haji 2026 di tengah kenaikan avtur menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berupaya menjaga akses masyarakat terhadap ibadah haji.
Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah tidak ingin lonjakan harga minyak mentah dan bahan bakar global menjadi beban tambahan bagi jamaah Indonesia.
Dengan kepastian ini, calon jamaah haji 2026 diharapkan dapat lebih tenang dalam mempersiapkan keberangkatan mereka, tanpa dihantui kenaikan biaya signifikan akibat gejolak global.
(Berbagai Sumber)

Posting Komentar untuk "Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, Presiden Prabowo: Avtur Naik tak Boleh Bebani Jamaah"