Editor: Devona R
Fosil jangkrik yang diperkirakan berusia 300 ribu tahun. (Foto: Dok. Hiroaki Aiba/Jurnal Paleontological Research)
GEBRAK.ID – Penemuan fosil biasanya identik dengan kerja panjang para ilmuwan di lokasi penggalian. Namun kisah mengejutkan datang dari Jepang. Dua bocah sekolah dasar (SD) justru berhasil menemukan fosil jangkrik raksasa berusia sekitar 300 ribu tahun dari sebuah batu suvenir.
Mereka adalah Maho Shinomiya (11 tahun) dan adiknya, Yuno Shinomiya (8), warga Higashikurume, Tokyo. Fosil itu ditemukan secara tak sengaja ketika keduanya memecahkan batu koleksi yang dibeli dari museum fosil setempat.
Minat kakak beradik ini terhadap dunia purba tumbuh dari hobi sang ibu, Chika, yang gemar mengoleksi spesimen fosil. Rasa penasaran tentang bagaimana makhluk hidup bisa “membatu” mendorong mereka untuk memeriksa lebih dekat batu yang mereka miliki.
Dilaporkan The Japan Times, Jumat (10/4/2026) fosil tersebut berasal dari era Pleistosen Tengah. Saat batu itu terbelah di balkon rumah mereka, tampak jelas bentuk kepala serangga yang terawetkan di dalamnya. Menyadari potensi temuan langka, sang ibu segera menghubungi ahli fosil serangga Hiroaki Aiba, dosen tamu di Universitas Keio.
Hasil penelitian menunjukkan fosil tersebut merupakan jangkrik jantan berukuran sekitar 62 milimeter—ukuran yang tergolong besar. Temuan ini istimewa karena sebagian besar fosil jangkrik sebelumnya hanya ditemukan dalam bentuk sayap, bukan tubuh utuh.
Spesimen itu diduga memiliki kedekatan dengan spesies modern Jepang, yakni Auritibicen flammatus. Namun, tidak ditemukannya pola khas pada sayapnya mengindikasikan kemungkinan bentuk awal atau nenek moyang spesies tersebut dalam jalur evolusi.
Penemuan ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Paleontological Research edisi Februari, bersama profesor emeritus Masami Hayashi dari Universitas Saitama. Publikasi ilmiah itu semakin menegaskan nilai penting temuan dua siswi tersebut dalam kajian paleontologi.
Bagi Maho, pengalaman ini tak terlupakan. Ia mengaku terkejut sekaligus gembira saat mengetahui fosil temuannya diteliti secara serius dan dipublikasikan. Bahkan, ia kini bercita-cita menjadi paleontolog dan bermimpi suatu hari menemukan telur dinosaurus di Gurun Gobi.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa rasa ingin tahu dan ketekunan dapat membuka pintu penemuan ilmiah, bahkan dari tangan anak-anak.
(Sumber: The Japan Times)
Posting Komentar untuk "Dua Bocah SD Temukan Fosil Jangkrik Raksasa Usia 300 Ribu Tahun"