Editor: Zaky AH
SPKLU Signature di Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Dok. Summarecon Mall Bekasi)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan hingga 192 ribu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada 2034. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mengatasi kekhawatiran pengguna saat melakukan perjalanan jarak jauh.
Kebijakan tersebut disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Kepala BBSP KEBTKE, Trois Dilisusendi. Ia menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur menjadi kunci utama dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Hingga Februari 2026, jumlah SPKLU di Indonesia baru sekitar 4.000 unit dan sebagian besar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa,” ujar Trois, Senin (27/4/2026).
Padahal, pertumbuhan kendaraan listrik di Tanah Air menunjukkan tren signifikan. Saat ini, jumlah mobil listrik telah mencapai sekitar 119 ribu unit, belum termasuk lebih dari 500 kendaraan komersial berbasis listrik yang juga mulai beroperasi.
Ketimpangan antara jumlah kendaraan dan infrastruktur pengisian menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah SPKLU secara masif dalam 6 hingga 8 tahun ke depan.
Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendorong transisi energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain itu, pengembangan SPKLU juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik sebagai moda transportasi masa depan.
Dengan ketersediaan SPKLU yang lebih merata, pengguna kendaraan listrik nantinya tidak lagi khawatir kehabisan daya saat bepergian antarkota maupun antarprovinsi.
Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan badan usaha, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ini. Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat skala proyek yang besar dan kebutuhan investasi yang tidak sedikit.
Selain memperluas jaringan SPKLU, pemerintah juga terus mendorong insentif bagi masyarakat agar beralih ke kendaraan listrik. Upaya ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menekan emisi karbon dan mencapai target net zero emission di masa depan.
Meski target 192 ribu SPKLU tergolong ambisius, pemerintah optimistis dapat mencapainya dengan dukungan kebijakan yang tepat serta partisipasi aktif dari pelaku industri.
Dengan percepatan pembangunan infrastruktur ini, Indonesia diharapkan mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu pemain penting dalam industri energi bersih global.
(Siaran Pers)
Posting Komentar untuk "Indonesia Kejar 192 Ribu SPKLU hingga 2034, Infrastruktur Mobil Listrik Digenjot Besar-besaran"