GEBRAK.ID; TANGERANG SELATAN – Keterbatasan fasilitas tak menghalangi semangat belajar. Sebanyak 89 siswa SDN Cipayung 01 Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, berhasil mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 dengan lancar, berkat kolaborasi erat antara guru, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Pelaksanaan TKA gelombang 3 dan 4 ini turut dipantau langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, pada Senin (27/4/2026). Dalam kunjungannya, ia memberi motivasi kepada para siswa agar mengerjakan ujian dengan jujur dan percaya diri.
“Kerjakan dengan kemampuan sendiri, jangan menyontek. Tetap semangat dan jangan lupa berdoa agar hasilnya maksimal,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat meninjau ruang ujian.
Kesuksesan pelaksanaan TKA di sekolah ini bukan tanpa tantangan. Kepala sekolah, Lina Marlina, mengungkapkan bahwa keterbatasan perangkat menjadi kendala utama. Sekolah hanya memiliki 11 unit komputer, sementara kebutuhan jauh lebih besar.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah meminjam perangkat dari sekolah tetangga, yakni SDN Cipayung 02 Ciputat, serta dukungan dari para guru. Upaya gotong royong ini terbukti efektif menjaga kelancaran pelaksanaan ujian berbasis komputer.
“Kolaborasi lintas sekolah menjadi solusi sementara. Kami menjaga perangkat yang dipinjam dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi gangguan teknis,” ujar Lina.
Sebanyak 89 siswa dibagi ke dalam dua ruang laboratorium dengan tiga sesi ujian. Meski tidak bersifat wajib, pihak sekolah mendorong seluruh siswa untuk mengikuti TKA sebagai sarana evaluasi akademik sekaligus bekal melanjutkan ke jenjang SMP.
Tak hanya fokus pada kesiapan teknis, sekolah juga memperkuat penguasaan materi siswa. Guru-guru membentuk komunitas belajar sebagai wadah berbagi strategi pengajaran dan memperdalam materi ujian.
Salah satu guru kelas VI, Siti Nurlaela, menjelaskan bahwa pendalaman materi telah dilakukan sejak semester pertama. Bahkan, siswa mengikuti tambahan belajar di luar jam sekolah.
“Kami adakan sesi tambahan setelah jam pulang. Anak-anak pulang dulu, lalu kembali lagi untuk belajar hingga sore. Orang tua juga mendukung penuh,” ujar Siti.
Menurut Siti, latihan soal diambil dari berbagai sumber, terutama untuk mata pelajaran seperti matematika, guna memperkaya kemampuan siswa menghadapi ujian.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan komitmen bersama mampu mengatasi keterbatasan. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat, kualitas pendidikan di sekolah-sekolah serupa diharapkan terus meningkat.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Minim Fasilitas, Maksimal Hasil: 89 Siswa SDN Cipayung 01 Ciputat Sukses Ikuti TKA Berkat Gotong Royong"