Editor: Damar Pratama
SUV premium Hyundai Palisade. (Foto: Hyundai/Voi)
GEBRAK.ID; JAKARTA – SUV premium Hyundai Palisade tengah jadi sorotan global. Setelah puluhan ribu unitnya ditarik di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Korea Selatan (Korsel) akibat dugaan masalah kursi otomatis yang berujung insiden fatal, publik Indonesia mulai bertanya: apakah unit yang beredar di Tanah Air ikut terdampak?
Isu ini mencuat setelah kecelakaan tragis di Ohio, Amerika Serikat, pada 7 Maret 2026 lalu. Dalam peristiwa tersebut, seorang balita berusia dua tahun meninggal dunia setelah kursi otomatis baris kedua diduga roboh dan menimpa korban yang duduk di baris ketiga. Hyundai menyatakan sedang melakukan investigasi menyeluruh atas kejadian itu.
Tak lama berselang, otoritas transportasi Korea Selatan mengumumkan penarikan sekitar 58.000 unit Hyundai Palisade hybrid. Di Amerika Utara, jumlah yang ditarik bahkan mencapai sekitar 68.500 unit. Beberapa varian tertinggi Palisade juga sempat dihentikan penjualannya.
Bagaimana dengan Palisade di Indonesia?
Di Indonesia, Hyundai Palisade dijual dalam status Completely Built Up (CBU) dari Korea Selatan. Artinya, secara sumber produksi, unit yang masuk ke Tanah Air berasal dari negara yang sama dengan kendaraan yang terdampak recall.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan global dan berkoordinasi dengan prinsipal.
“Hyundai Motors Indonesia terus melakukan pemantauan secara aktif terhadap perkembangan isu ini dan berkoordinasi dengan prinsipal untuk memastikan langkah yang tepat,” ujar Fransiscus saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Namun hingga kini, HMID belum memastikan apakah unit Hyundai Palisade yang dipasarkan di Indonesia memiliki potensi masalah serupa.
“Kami tetap berkomitmen untuk memprioritaskan keselamatan pelanggan. Apabila di kemudian hari diperlukan langkah tertentu untuk pasar Indonesia, Hyundai Motors Indonesia akan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah Fransiscus.
Recall Global, Apa Artinya bagi Konsumen RI?
Dalam praktik industri otomotif, recall biasanya dilakukan jika ditemukan potensi cacat produksi yang dapat memengaruhi keselamatan. Di Indonesia, mekanisme ini berada di bawah pengawasan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Lantaran Palisade merupakan model flagship Hyundai di segmen SUV premium, isu keselamatan ini tentu menjadi perhatian besar. Apalagi, kendaraan ini dikenal sebagai SUV keluarga dengan konfigurasi tiga baris kursi—yang justru menjadi titik sorotan dalam kasus di Amerika.
Bagi konsumen Indonesia, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Pastikan kendaraan selalu mendapatkan perawatan resmi di bengkel Hyundai.
2. Ikuti informasi resmi dari Hyundai Motors Indonesia.
3. Segera lakukan pengecekan jika ada pengumuman program perbaikan atau recall.
Antara Investigasi dan Kepastian
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai penarikan Hyundai Palisade di Indonesia. Namun fakta bahwa ribuan unit ditarik di Amerika dan Korea Selatan membuat isu ini tak bisa dianggap remeh.
Apalagi, laporan di Korea juga menyebut dugaan masalah kursi otomatis berkaitan dengan dua insiden cedera lain pada 2025 lalu.
Dengan posisi Hyundai Palisade sebagai SUV premium berharga mendekati Rp1 miliar di pasar Indonesia, konsumen tentu berharap ada transparansi penuh terkait perkembangan investigasi global ini.
Pertanyaannya kini: apakah Indonesia hanya akan memantau, atau menyusul langkah recall seperti di Amerika dan Korea Selatan?
Publik menunggu kepastian.
(Sumber: Antara/AFP)
Posting Komentar untuk "Palisade Ditarik Massal di AS dan Korsel, Aman untuk Konsumen Indonesia? Hyundai Buka Suara"