![]() |
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID; JAKARTA – Skandal paspor di kompetisi tertinggi Belanda, Eredivisie, yang dikenal dengan sebutan Paspoortgate, terus bergulir dan menyeret nama empat pemain Timnas Indonesia. Meski beberapa pemain sudah dinyatakan lolos dari jerat administrasi, kasus ini belum sepenuhnya tuntas.
Sejauh ini, Tjaronn Chery dan Etienne Vaesen dinyatakan bebas masalah setelah memenuhi syarat izin kerja dan mendapatkan stiker Uni Eropa (EU). Keduanya memiliki pasangan atau anak yang memegang paspor Belanda sehingga prosedur legalnya relatif lebih mudah.
Namun, situasi berbeda dialami Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen).
Keempatnya masuk daftar 25 pemain bermasalah yang dirilis Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda pekan lalu. Untuk sementara, mereka tak diizinkan membela klub, bahkan tak boleh mengikuti sesi latihan.
Tersandung Aturan Kewarganegaraan
Masalah ini berkaitan dengan regulasi kewarganegaraan Belanda. Dalam hukum Belanda, terdapat tiga skema yang memungkinkan kewarganegaraan ganda, termasuk bagi mereka yang memiliki latar belakang Suriname, Cape Verde, atau Indonesia.
Namun, Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda bagi orang dewasa. Setelah dinaturalisasi menjadi WNI, para pemain tersebut wajib melepas paspor Belandanya. Di sinilah persoalan muncul.
Media Belanda seperti Voetbal Primeur dan NOS melaporkan bahwa James, Hubner, Nathan, dan Geypens tak memenuhi syarat administratif untuk langsung memperoleh stiker EU karena tak memiliki pasangan atau anak berkewarganegaraan Belanda.
Ahli hukum kewarganegaraan Belanda, Hermie de Voer, kepada NOS menjelaskan bahwa solusi masih terbuka. “Jika mereka melanjutkan hidup di Belanda dengan izin tinggal yang sesuai, mereka bisa kembali memperoleh kewarganegaraan Belanda melalui prosedur tertentu,” ujarnya.
Opsi yang mungkin ditempuh adalah izin tinggal humanitarian non-temporal, mengingat sebagian dari mereka lahir di Belanda dan pernah berstatus warga negara setempat. Namun, proses ini panjang dan tak instan.
Awal Mula Kasus
Kasus ini mencuat setelah podcast De Derde Helft membahas dugaan pelanggaran izin kerja Dean James. Isu tersebut sampai ke manajemen NAC Breda, yang kemudian melayangkan surat resmi ke operator Eredivisie usai kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026 lalu—laga di mana James tampil sebagai starter.
Efek domino pun terjadi. Tiga pemain Garuda lainnya ikut terseret dalam pusaran pemeriksaan administrasi.
Berbeda dengan mereka, Maarten Paes yang kini membela Ajax Amsterdam tak terdampak. Ajax sejak awal mendaftarkannya sebagai pemain asing dan mengurus izin kerja sesuai prosedur. Ketelitian administrasi klub disebut menjadi kunci.
PSSI melalui Ketua BTN Sumardji menyatakan akan segera merilis pernyataan resmi terkait kasus ini. Sementara itu, publik sepak bola Indonesia menanti kejelasan nasib para pemain yang tengah berkarier di Eropa tersebut.
(Berbagai Sumber)

Posting Komentar untuk "Paspoortgate Eredivisie Belanda Makin Panas! 4 Pemain Timnas Indonesia Terancam tak Bisa Bela Klub, Ini Penyebabnya"