Editor: Endro Yuwanto
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat mengecek SD Negeri Sinuian di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; MINAHASA – Kondisi memprihatinkan SD Negeri Sinuian di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, akhirnya mendapat perhatian serius pemerintah. Dari enam ruang kelas yang tersedia, hanya satu yang selama ini dinilai layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Situasi tersebut kini mulai berubah setelah pemerintah memulai program revitalisasi total sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, secara langsung melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali sekolah tersebut. Ia mengatakan bahwa kondisi bangunan yang ada sudah tidak memungkinkan untuk mendukung proses pendidikan secara optimal.
“Sekolah ini kondisinya sudah sangat tidak layak untuk kegiatan belajar-mengajar. Karena itu akan kita bangun kembali pada tahun 2026,” ujar Mendikdasmen Mu'ti, Kamis (30/4/2026).
Revitalisasi SDN Sinuian dilakukan secara menyeluruh dengan anggaran mencapai Rp2,131 miliar. Program ini mencakup rehabilitasi enam ruang kelas, pembangunan ruang administrasi, perpustakaan, fasilitas toilet, hingga penataan lingkungan sekolah. Menariknya, bangunan baru akan dirancang bertingkat guna memenuhi kebutuhan pembelajaran yang lebih representatif dan berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, proyek ini juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Skema pembangunan menggunakan sistem swakelola, yang berarti melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses konstruksi.
“Pelaksanaan revitalisasi ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Tenaga kerja diambil dari warga sekitar, dan bahan bangunan diprioritaskan dari toko lokal,” jelas Mendikdasmen Mu’ti.
Secara lebih luas, revitalisasi SDN Sinuian merupakan bagian dari program nasional pemerataan kualitas pendidikan yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Di Sulawesi Utara sendiri, sebanyak 255 sekolah masuk dalam daftar revitalisasi tahun 2026.
Program ini juga menyasar wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), termasuk Kabupaten Kepulauan Sitaro sebanyak 21 sekolah, Kepulauan Sangihe 4 sekolah, dan Kepulauan Talaud sebanyak 24 sekolah.
Pemerintah menegaskan bahwa perbaikan fisik sekolah tidak berdiri sendiri. Upaya ini berjalan seiring dengan penguatan karakter peserta didik melalui berbagai program pembiasaan positif, seperti “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dan “Pagi Ceria”.
Program tersebut mencakup kegiatan sederhana namun berdampak besar, seperti berdoa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan, hingga membangun rutinitas positif di awal hari belajar.
Menurut Mendikdasmen Mu’ti, kombinasi antara lingkungan belajar yang layak dan pembentukan karakter menjadi kunci dalam menciptakan generasi unggul. “Karakter yang kuat harus didukung oleh lingkungan belajar yang aman dan memadai,” tegasnya.
Revitalisasi SDN Sinuian diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi secara nasional. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas di lingkungan yang layak.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen negara dalam membangun pendidikan dari fondasi paling dasar: ruang belajar yang aman, nyaman, dan bermakna bagi masa depan generasi bangsa.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Posting Komentar untuk "Revitalisasi SDN Sinuian Minahasa Dimulai: Dari Sekolah Nyaris Roboh Jadi Harapan Baru Pendidikan dan Ekonomi Warga"