
Kompleks Masjid Al Aqsa. (Foto: Pixabay)
Editor: A Rayyan K
GEBRAK.ID – Suasana haru menyelimuti kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Kamis (9/4/2026). Untuk pertama kalinya setelah 40 hari lamanya, pintu masjid suci ketiga umat Islam itu kembali dibuka bagi jemaah untuk melaksanakan ibadah Shalat Subuh berjamaah.
Pembukaan kembali ini terjadi setelah Israel memberlakukan penutupan total akses ke Masjid Al-Aqsa sejak 28 Februari 2026 lalu. Penutupan tersebut bertepatan dengan dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Sujud Syukur di Halaman Suci
Saat gerbang masjid dibuka bersamaan dengan berkumandangnya azan Subuh, ratusan warga Palestina berbondong-bondong memasuki kompleks Al-Haram Al-Sharif. Pemandangan mengharukan terlihat ketika banyak jamaah menangis dan melakukan sujud syukur di halaman masjid, melepas kerinduan setelah lebih dari sebulan tak bisa beribadah di tempat yang paling mereka cintai.
"Ratusan Muslim berbaris untuk melaksanakan salat subuh, menandai ibadah jemaah pertama di lokasi tersebut sejak penutupan," demikian laporan koresponden Anadolu di lokasi.
Pembatasan Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri
Selama masa penutupan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 H, Israel hanya mengizinkan staf masjid dan pejabat dari Wakaf Islam Yerusalem untuk beribadah di lokasi tersebut. Warga Palestina lainnya dipaksa melaksanakan ibadah di masjid-masjid kecil yang tersebar di seluruh kota.
Yang lebih memilukan, Otoritas Israel juga melarang pelaksanaan Shalat Idul Fitri 2026 di Masjid Al-Aqsa. Ini merupakan pembatasan pertama sejak pendudukan Israel atas Yerusalem Timur pada 1967.
Tidak hanya Masjid Al-Aqsa, Israel juga menutup Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre), salah satu situs paling suci bagi umat Kristen di Yerusalem, selama periode yang sama.
Provokasi Menteri Israel
Sebelum pembukaan, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Minggu (6/4/2026) saat lokasi tersebut masih dalam kondisi ditutup. Tindakan provokatif ini memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Pemerintah Israel sebelumnya telah memperpanjang status darurat hingga pertengahan April 2026, namun tidak memberikan penjelasan apakah pembatasan akses akan kembali diberlakukan di masa mendatang.
Pembukaan kembali Masjid Al-Aqsa ini menjadi secercah harapan bagi umat Islam Palestina yang telah merindukan momen beribadah di tanah sucinya.
(Sumber: Anadolu)
Posting Komentar untuk "Tangis Haru Mewarnai Pembukaan Kembali Masjid Al-Aqsa Usai 40 Hari Ditutup Israel"