TKA SD-SMP 2026 Berbasis Komputer Siap Digelar, Mendikdasmen: Bukan Penentu Kelulusan, Utamakan Kejujuran

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer untuk murid kelas 6 SD dan kelas 9 SMP dipastikan telah memasuki tahap akhir persiapan. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

 
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer untuk murid kelas 6 SD dan kelas 9 SMP dipastikan telah memasuki tahap akhir persiapan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan seluruh aspek teknis hampir rampung dan tinggal menunggu hari pelaksanaan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur dan sistem pendukung sudah dimatangkan agar pelaksanaan berjalan lancar dan transparan.

“Secara teknis, persiapan TKA berbasis komputer sudah pada tahap akhir. Kita tinggal menunggu pelaksanaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam keterangan resminya belum lama ini.

Sekolah tanpa Komputer Difasilitasi


Terkait kesiapan sarana, Kemendikdasmen memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal. Bagi satuan pendidikan yang belum memiliki fasilitas komputer memadai, pemerintah telah menyiapkan skema peminjaman perangkat dari sekolah lain.

“Sekolah-sekolah yang belum punya komputer kita atur supaya bisa meminjam fasilitas dari sekolah lain yang tidak menyelenggarakan TKA di waktu bersamaan,” jelas Menteri Mu'ti.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerataan akses pendidikan dan memastikan seluruh murid mendapatkan kesempatan yang sama mengikuti tes.

TKA Fokus Bahasa Indonesia dan Matematika

Menteri Mu’ti juga mengimbau orang tua dan murid untuk tidak cemas menghadapi TKA. Ia menegaskan, tes ini bukan penentu kelulusan.

Penilaian TKA hanya berfokus pada dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Sementara itu, aspek kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan sesuai regulasi yang berlaku.

“Tidak perlu khawatir. TKA bukan penentu kelulusan. Fokusnya hanya dua mata pelajaran. Ketentuan lain tetap menjadi kewenangan sekolah,” tegas Menteri Mu'ti.

Tagline “Jujur dan Gembira”


Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen mengusung semangat “Jujur dan Gembira”. Prinsip kejujuran menjadi fondasi utama pelaksanaan TKA berbasis komputer di seluruh Indonesia.

Mendikdasmen Mu’ti memberikan peringatan tegas terhadap potensi kecurangan. “Kalau ada murid atau sekolah yang terbukti curang, nilainya langsung kita nolkan. Yang utama tentu saja kejujuran,” ujarnya.

Untuk memastikan integritas penyelenggaraan, Kemendikdasmen telah menerbitkan Standard Operating Procedure (SOP) yang mengatur mekanisme pelaksanaan, pengawasan, pemeriksaan hasil, hingga sanksi.

Cegah Mental Block, Murid Diminta Tetap Tenang


Selain aspek teknis, perhatian juga diberikan pada kesiapan psikologis murid. Menteri Mu’ti berharap peserta tes dapat mengerjakan soal dengan perasaan tenang dan gembira agar tidak mengalami tekanan berlebihan.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menghindari mental block yang kerap muncul akibat kecemasan menghadapi ujian berbasis komputer.

Kemendikdasmen optimistis, dengan persiapan matang dan dukungan semua pihak, pelaksanaan TKA 2026 dapat berlangsung lancar, transparan, dan akuntabel.


(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "TKA SD-SMP 2026 Berbasis Komputer Siap Digelar, Mendikdasmen: Bukan Penentu Kelulusan, Utamakan Kejujuran"