![]() |
| Penampakan kereta api yang terlibat insiden tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. (Foto: Dok. Instagram @keretaapikita) |
GEBRAK.ID; JAKARTA – Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026), total korban tewas tercatat mencapai 15 orang.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, merinci bahwa para korban meninggal tersebar di sejumlah rumah sakit.
“Sebanyak 10 jenazah berada di RS Polri, tiga di RSUD Bekasi, satu di RSU Bella, dan satu di RS Mitra Keluarga,” ujar Budi dalam keterangan resmi.
Selain korban meninggal, sebanyak 76 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang melibatkan Argo Bromo Anggrek dan KRL tersebut. Namun, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait kondisi detail para korban luka.
Sementara itu, proses identifikasi korban terus dilakukan di RS Polri Kramat Jati. Kepala rumah sakit tersebut, Prima Heru Yulihartono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari.
“Seluruh jenazah masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Kami melakukan pencocokan antara data ante mortem dari keluarga dan data post mortem hasil pemeriksaan forensik,” jelas Prima dalam konferensi pers.
Prima menambahkan, hingga saat ini baru tujuh keluarga korban yang melapor ke posko ante mortem. Data dari keluarga sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses identifikasi, mengingat kondisi korban yang memerlukan pemeriksaan lebih mendalam.
“Semakin lengkap data dari keluarga, semakin cepat proses identifikasi dapat dilakukan,” kata Prima.
Proses identifikasi ini melibatkan serangkaian tahapan ilmiah, mulai dari pemeriksaan fisik, rekam medis, hingga pencocokan data pribadi korban. Tim forensik bekerja secara hati-hati untuk memastikan setiap identitas korban dapat dipastikan secara akurat.
Pihak rumah sakit juga masih membuka layanan bagi keluarga lain yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau segera melapor ke posko ante mortem agar proses identifikasi dapat berjalan lebih cepat dan tepat.
Di sisi lain, aparat kepolisian dan instansi terkait terus melakukan penanganan pascakecelakaan, termasuk pendataan korban, evakuasi, serta penyelidikan penyebab insiden. Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling serius dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Jabodetabek.
Hingga kini, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban. Pemerintah dan pihak terkait berjanji akan memberikan penanganan maksimal, baik dalam proses identifikasi maupun pemulihan korban luka.
(Berbagai Sumber)
Artikel Terkait:
- Kecelakaan Tragis di Stasiun Bekasi Timur: 15 Meninggal, Santunan Rp50 Juta untuk Ahli Waris
-Tragedi Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur: 7 Meninggal, 13 Perjalanan Kereta Batal

Posting Komentar untuk "Update Korban Meninggal Kecelakaan KA di Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang, Proses Identifikasi Masih Berlangsung"