GEBRAK.ID; MANADO – Kondisi fasilitas pendidikan di sejumlah sekolah kembali menjadi perhatian pemerintah. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat turun langsung meninjau dua sekolah di Manado, Sulawesi Utara, untuk memastikan kesiapan program revitalisasi satuan pendidikan.
Kunjungan yang dilakukan pada Senin (27/4/2026) itu menyasar SMP Negeri 14 Manado dan SMA Kristen St. Thomas Aquino Manado, yang diusulkan sebagai penerima program prioritas pemerintah dalam peningkatan kualitas sarana pendidikan.
Dalam keterangannya, Wamen Atip menyatakan bahwa peninjauan langsung ini penting untuk memastikan program revitalisasi benar-benar menyasar kebutuhan riil di lapangan.
“Saya berkunjung langsung untuk mengontrol persiapan sekolah yang akan mendapat revitalisasi. Salah satu syarat pendidikan bermutu adalah tersedianya sarana fisik yang layak dan berkualitas,” ujar Wamen Atip.
Banyak Fasilitas Rusak, Perbaikan Dilakukan Bertahap
Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa kerusakan fasilitas di sekolah-sekolah tersebut tergolong merata. Kondisi ini disebut terjadi karena bangunan sudah lama tidak mendapatkan perbaikan.
Wamen Atip mengakui, keterbatasan anggaran membuat proses perbaikan tidak bisa dilakukan sekaligus. Oleh karena itu, pemerintah akan menerapkan skala prioritas dengan target penyelesaian pada November 2026.
“Kerusakan memang relatif merata karena sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Namun perbaikan akan dilakukan bertahap dengan prioritas yang jelas,” kata Wamen Atip.
Program revitalisasi ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi sarana pendidikan agar lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pengajar.
Sekolah Keluhkan Keterbatasan Sarana
Kondisi riil di lapangan menunjukkan berbagai keterbatasan yang berdampak langsung pada proses belajar mengajar. Kepala SMP Negeri 14 Manado, Fransien, mengungkapkan bahwa fasilitas yang ada saat ini belum memadai.
Beberapa kebutuhan mendesak antara lain penambahan ruang kelas, perbaikan perpustakaan, peningkatan sanitasi, hingga pengadaan alat praktikum IPA.
“Keterbatasan ini membuat pembelajaran belum optimal, terutama dalam kegiatan praktik. Banyak hal masih berbasis teori karena fasilitas belum mendukung,” jelas Fransien.
Harapan besar pun disematkan pada program revitalisasi agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan ramah bagi siswa.
Bangunan Bocor hingga Minim Laboratorium
Keluhan serupa juga disampaikan pihak SMA Kristen St. Thomas Aquino Manado. Kepala sekolah Yosephien menyebut kondisi bangunan yang rusak, seperti atap bocor dan plafon yang tidak layak, kerap mengganggu aktivitas belajar.
Selain itu, keterbatasan laboratorium membuat pembelajaran praktik tidak berjalan maksimal. Akibatnya, siswa lebih banyak menerima teori dibanding pengalaman langsung.
“Kami mengusulkan perbaikan ruang kelas, perpustakaan, hingga laboratorium agar pembelajaran bisa lebih optimal,” ujar Yosephien.
Yosephien optimistis revitalisasi akan berdampak pada peningkatan jumlah siswa sekaligus kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Perpustakaan Rusak, Literasi Terganggu
Masalah lain juga muncul dari sektor literasi. Guru Bahasa Inggris sekaligus pengelola perpustakaan SMP Negeri 14 Manado, Tuty, mengungkapkan kondisi perpustakaan yang memprihatinkan.
Atap bocor membuat air hujan masuk dan berpotensi merusak koleksi buku. Selain itu, fasilitas seperti rak buku dan area baca dinilai belum memadai.
“Kami berharap ada perbaikan gedung dan penambahan fasilitas agar aktivitas membaca siswa bisa lebih nyaman,” ungkap Tuty.
Harapan Siswa: Belajar Lebih Nyaman
Di sisi lain, siswa juga berharap besar pada program ini. Gisel, salah satu murid SMP Negeri 14 Manado, mengaku kondisi sekolah saat ini belum sepenuhnya mendukung kenyamanan belajar.
“Harapannya setelah direnovasi, kami bisa belajar lebih nyaman,” cetus Gisel singkat.
Revitalisasi Jadi Kunci Perbaikan Mutu
Program revitalisasi satuan pendidikan dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Perbaikan sarana tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga efektivitas pembelajaran.
Namun, kondisi kerusakan yang merata menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tanpa penanganan serius dan konsisten, kualitas pendidikan dikhawatirkan sulit berkembang secara merata.
Dengan target penyelesaian pada akhir tahun, publik kini menunggu realisasi program tersebut benar-benar berjalan sesuai rencana dan tidak sekadar menjadi janji di atas kertas.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Wamen Atip Tinjau Sekolah di Manado, Fasilitas Rusak Jadi Sorotan Revitalisasi Pendidikan"