![]() |
| Memilih jurusan kuliah di era AI seperti saat ini harus lebih hati- hati karena banyak jurusan yang menurut survei ternyata sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. (Foto: freepik) |
Editor: Devona R
GEBRAK.ID; JAKARTA--Memilih jurusan kuliah kini bukan hanya soal minat dan bakat. Di era kecerdasan buatan (AI) yang serba otomatis, calon mahasiswa juga harus berpikir apakah ilmu yang dipelajari nanti masih laku di pasar kerja.
Sebuah studi dari Universitas Harvard bersama tim ekonom mengungkapkan bahwa ada sejumlah jurusan yang mulai kehilangan nilainya atau dianggap mulai ketinggalan zaman. Studi ini penting disimak bagi kamu yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kenapa Bisa Ketinggalan Zaman?
Menurut ekonom ketenagakerjaan Harvard, David J. Deming dan Kadeem Noray dalam studi mereka pada 2020, imbal hasil dari beberapa gelar terapan tradisional termasuk Ilmu Komputer, Teknik, dan Bisnis justru menurun cepat sepanjang karier seseorang.
Penyebab utamanya: keterampilan kerja yang cepat usang.
Di bidang teknologi, ilmu yang dipelajari saat kuliah bisa cepat berubah, sehingga pekerja harus terus-menerus memperbarui kemampuan mereka. Jika tidak, gaji dan peluang karier bisa menurun.
Laporan dari Harvard Business School pada awal 2025 juga mencatat bahwa bahkan gelar MBA yang bergengsi pun kini semakin sulit mendapatkan pekerjaan elit dengan cepat. Sementara itu, survei dari The Harvard Crimson menunjukkan penurunan tajam jumlah mahasiswa yang mengambil jurusan humaniora, seperti Sejarah, Sastra Inggris, dan Sosiologi.
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan Zaman Menurut Harvard
Berdasarkan riset Harvard yang dirangkum dari Times of India, berikut 10 jurusan yang perlu dipikirkan ulang:
1. Administrasi Bisnis Umum (termasuk MBA) – Pasar kerja berubah cepat, sementara kurikulumnya dinilai terlalu umum.
2. Ilmu Komputer – Awalnya menguntungkan, tapi menuntut perubahan keterampilan super cepat. Lulusan mudah usang jika tidak terus belajar.
3. Teknik Mesin – Terpengaruh oleh otomatisasi pabrik dan perpindahan manufaktur ke luar negeri.
4. Akuntansi – Otomatisasi dan AI mulai menggantikan banyak tugas administratif dan pembukuan.
5. Biokimia – Fokus akademis yang sempit, aplikasi langsung di industri terbatas tanpa studi lanjut.
6. Psikologi (S1) – Jalur karier langsung terbatas. Biasanya butuh pendidikan S2 atau S3 untuk bekerja profesional.
7. Bahasa Inggris dan Humaniora – Jumlah pendaftar terus turun drastis karena kurang jelasnya jalur kerja.
8. Sosiologi dan Ilmu Sosial – Nasibnya serupa dengan humaniora, minim keterampilan teknis yang dicari pasar.
9. Sejarah – Rata-rata upah lulusannya lebih rendah dibanding jurusan lain.
10. Filsafat – Meskipun mengajarkan pemikiran kritis, keterampilan ini “kurang laku” jika tidak dikombinasikan dengan keahlian lain.
Penting untuk dicatat, bukan berarti jurusan ini tidak berguna sama sekali. Namun, lulusannya harus siap menambah sertifikasi, belajar keterampilan digital, atau melanjutkan studi agar tetap kompetitif.
Jurusan yang Masih Jadi Andalan Masa Depan
Sebagai gantinya, riset Harvard merekomendasikan jurusan yang bersifat interdisipliner, adaptif, dan menggabungkan kemampuan teknis dengan kreativitas. Beberapa yang bisa dipertimbangkan:
· Ilmu Data dan Analisis – Permintaan tinggi dan terus berkembang.
· Ilmu Kesehatan – Tenaga kesehatan selalu dibutuhkan.
· Ilmu Lingkungan dan Keberlanjutan – Bidang baru yang mendesak.
· Pemasaran Digital dan Media – Butuh orang yang kreatif sekaligus paham teknologi.
· AI dan Pembelajaran Mesin – Domain teknologi mutakhir masa depan.
· Kewirausahaan berbasis Teknologi – Menggabungkan kemampuan bisnis dengan inovasi digital.
Pesan utama dari Harvard: Jangan hanya mengandalkan gelar.
Dunia kerja saat ini lebih menghargai keterampilan spesifik yang terbukti, bukan sekadar ijazah. Apapun jurusanmu, kuncinya adalah terus belajar sepanjang hayat dan mau meng-upgrade kemampuan, terutama di bidang digital dan AI.
Jadi, sebelum mendaftar kuliah, cek lagi apakah jurusan pilihan masih relevan dengan perubahan zaman atau justru mulai ditinggalkan.
(berbagai sumber)
