![]() |
| Air asia tutup rute Bali- Australia. (Foto: airasia.com) |
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia resmi menghentikan layanan penerbangan rute Bali–Australia untuk jalur Melbourne–Denpasar dan Adelaide–Denpasar. Kebijakan ini diambil akibat lonjakan harga avtur global yang membuat biaya operasional maskapai meningkat tajam.
Pengumuman penghentian rute tersebut disampaikan AirAsia dalam keterangan resmi perusahaan yang dirilis di Sydney, Australia, pada 15 Mei 2026. Dalam pernyataan itu, General Manager Indonesia AirAsia, Kapten Achmad Sadikin Abdurachman, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah maskapai menghadapi tekanan biaya operasional akibat situasi geopolitik global.
“Keputusan ini diambil sebagai respons atas kenaikan harga bahan bakar jet global yang terus berlangsung akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah,” kata Achmad Sadikin Abdurachman dalam keterangan resmi AirAsia di Sydney, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan kondisi tersebut memaksa perusahaan untuk memfokuskan jaringan penerbangan pada rute-rute yang masih dianggap layak secara operasional dan bisnis.
“Lingkungan operasional saat ini membuat kami perlu memfokuskan kembali jaringan penerbangan pada rute yang tetap layak dioperasikan,” ujar Achmad.
Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, penerbangan terakhir rute Melbourne–Denpasar dan Adelaide–Denpasar dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026. Seluruh layanan terdampak dioperasikan oleh Indonesia AirAsia.
AirAsia menyebut tim perusahaan saat ini sedang menghubungi penumpang yang telah membeli tiket untuk menawarkan beberapa opsi, mulai dari perubahan jadwal penerbangan, pengalihan rute transit melalui Kuala Lumpur, hingga pengembalian dana penuh.
Penutupan rute ini cukup mengejutkan karena sebelumnya AirAsia justru agresif memperluas jaringan Australia-Bali. Pada Januari 2026, dalam jumpa pers di Jakarta, Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia AirAsia, Achmad Sadikin Abdurachman, sempat mengumumkan pembukaan rute Bali–Melbourne serta penambahan frekuensi penerbangan Bali–Adelaide menjadi setiap hari. Kebijakan itu disebut sebagai bagian strategi penguatan pasar Australia.
Namun situasi berubah setelah harga minyak dunia melonjak akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak mentah dunia hingga di atas US$100 per barel membuat biaya avtur maskapai ikut melonjak drastis dan menekan maskapai berbiaya murah di berbagai negara.
Meski menutup dua rute tersebut, AirAsia masih mempertahankan sejumlah penerbangan Australia lainnya, termasuk rute Perth–Bali yang masih beroperasi normal.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "AirAsia Tutup Rute Bali-Australia karena Harga Avtur Naik, Penerbangan Terakhir 18 Juni 2026"