Editor: Devona R
Telur rebus adalah sumber protein lengkap yang tak tertandingi. (Foto: Freepik)
GEBRAK.ID – Siapa sangka, rahasia menjalani hari yang produktif tanpa gampang lelah ternyata dimulai dari piring sarapan kita. Di tengah budaya modern yang kerap melompati sarapan demi mengejar waktu, seorang ahli gastroenterologi justru mengingatkan bahwa menu di pagi hari adalah fondasi kesehatan usus dan otak.
Dr. Saurabh Sethi, pakar kesehatan pencernaan yang terlatih di institusi ternama seperti Harvard dan Stanford, membagikan tiga rekomendasi makanan untuk sarapan yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga memperbaiki sistem metabolisme secara menyeluruh. Simak ulasannya berikut ini.
1. Telur Rebus: Bukan Biasa, Ini "Obat" Multifungsi
Jika selama ini kita mengira telur rebus hanyalah makanan sederhana, Dr. Sethi memiliki pandangan lain. Dalam wawancaranya dengan Hindustan Times, Minggu (10/5/2026), ia menjelaskan bahwa telur rebus adalah sumber protein lengkap yang tak tertandingi.
"Protein dalam telur membantu perbaikan lapisan usus dan membuat kita kenyang lebih lama," ujar Dr. Sethi.
Lebih dari itu, telur rebus kaya akan kolin, zat yang digunakan otak untuk membentuk asetilkolin—neurotransmiter penting untuk memori dan fokus. Kandungan lutein serta zeaxanthin di dalamnya juga membantu menyaring cahaya biru dari layar gadget, yang sangat relevan bagi pekerja kantoran.
Untuk efisiensi, Dr. Sethi menyarankan merebus telur dalam jumlah banyak saat akhir pekan, lalu menyimpannya untuk konsumsi sepanjang minggu. Satu butir telur rebus setiap pagi sudah cukup untuk memberi perlindungan bagi rambut dan kulit berkat kandungan asam amino pembentuk keratin.
2. Biji Chia: Si Mungil Penjinak Gula Darah
Pernah merasa mengantuk setelah sarapan manis? Itu tandanya gula darah naik lalu turun drastis. Solusinya ada pada biji chia.
Biji mungil ini mengandung serat larut yang membentuk gel seperti agar-agar saat direndam. Gel inilah yang memperlambat penyerapan gula oleh usus, menstabilkan energi sepanjang hari. Bukan hanya itu, serat larut juga menjadi makanan bagi bakteri baik di usus, sekaligus melancarkan buang air besar.
Dr. Sethi, yang juga lulusan AIIMS ini, mengingatkan kunci utama mengonsumsi biji chia: rendam semalaman. Tanpa perendaman, teksturnya keras dan sulit dicerna. Cukup campurkan dua sendok makan biji chia ke dalam segelas air atau susu, simpan di kulkas, dan nikmati keesokan pagi.
3. Yogurt Yunani: Si Kental Penuh Kultur Baik
Beda dengan yogurt biasa, yogurt Yunani mengalami proses penyaringan air sehingga teksturnya jauh lebih kental dan kadar proteinnya melonjak drastis. Inilah yang membuat perut kenyang lebih lama, sangat cocok bagi Anda yang ingin mengontrol berat badan.
Namun keunggulan utama yogurt Yunani terletak pada kultur hidup (probiotik) yang langsung memberi makan mikrobioma usus. Ditambah kandungan kalsiumnya yang tinggi, kesehatan tulang pun ikut terjaga.
"Pilihlah yogurt tawar penuh lemak dengan kultur hidup yang tercantum pada label," tegas Dr. Sethi. Hindari yogurt rasa buah yang biasanya sarat gula tambahan.
Kombinasi telur rebus, biji chia, dan yogurt Yunani bukan hanya mudah disiapkan, tetapi juga menawarkan perlindungan menyeluruh: dari memori otak, kesehatan mata, hingga sistem imun usus. Mulai besok pagi, saatnya ubah kebiasaan sarapan ya.
(Sumber: Hindustan Times)
Posting Komentar untuk "Bukan Nasi Goreng atau Mi Instan, Ahli Ungkap 3 Menu Sarapan Terbaik untuk Tubuh"