GEBRAK.ID; JAKARTA – Di tengah persaingan pasar kerja global yang semakin ketat, ijazah dan keterampilan teknis kini tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu kesuksesan. Kemampuan beradaptasi, disiplin, komunikasi, hingga mental yang tangguh justru menjadi nilai lebih yang banyak dicari perusahaan internasional.
Pesan tersebut mengemuka dalam Webinar Seri 1 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mendunia bertajuk “Meniti Karier Global: Strategi dan Sukses Alumni LKP di Dunia Kerja Internasional” yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara daring, Jumat (29/5/2026).
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan dunia kerja internasional saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat. Menurutnya, kompetensi teknis hanya menjadi pintu masuk awal, sedangkan keberhasilan seseorang dalam berkarier ditentukan oleh kualitas karakter dan sikap kerja.
"Ijazah saat ini bukan lagi satu-satunya ukuran. Yang membuat seseorang bertahan dan berkembang di dunia kerja internasional adalah kemampuan beradaptasi, disiplin, komunikasi yang baik, serta etos kerja yang kuat," ujar Tatang saat membuka webinar.
Tatang menjelaskan, bekerja di luar negeri tidak selalu semudah yang dibayangkan banyak orang. Tantangan berupa perbedaan budaya, tekanan pekerjaan, hingga kerinduan terhadap keluarga menjadi ujian yang harus dihadapi para pekerja Indonesia.
"Bekerja di luar negeri bukan seperti yang sering digambarkan dalam film atau drama. Dibutuhkan mental yang kuat, sikap profesional, dan kemampuan berinteraksi dengan berbagai budaya," kata Tatang.
Menurut Tatang, pekerja yang memiliki integritas, kejujuran, serta kemampuan bekerja dalam tim multikultural akan lebih mudah diterima dan berkembang di lingkungan kerja global.
Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 12.601 Lembaga Kursus dan Pelatihan yang tersebar di seluruh Indonesia. Ribuan LKP tersebut berkontribusi menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di pasar internasional.
"Tren penempatan lulusan LKP ke luar negeri terus menunjukkan perkembangan positif, terutama pada sektor hospitality, caregiver, terapi spa, kapal pesiar, hingga industri manufaktur," jelas Yaya.
Untuk memperkuat daya saing lulusan, Kemendikdasmen terus mengembangkan kurikulum berbasis kebutuhan industri global, memperkuat sertifikasi kompetensi, serta membangun sistem pendampingan alumni melalui SIPAKU atau Sistem Informasi Penempatan Kerja dan Alumni.
Kisah sukses alumni turut menjadi bukti nyata efektivitas pendidikan keterampilan berbasis LKP. Salah satunya adalah Evi Nur Alifah, lulusan LKP NCL Madiun yang kini dipercaya menjabat sebagai Banquet Captain di sebuah resor mewah di Dubai, Uni Emirat Arab.
Menurut Evi, pendidikan di LKP tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, dan rasa percaya diri.
"Saat pertama kali bekerja di Dubai, saya harus berinteraksi dengan rekan kerja dari berbagai negara. Bekal yang saya dapatkan selama belajar di LKP sangat membantu saya beradaptasi dan berkembang hingga dipercaya menduduki posisi saat ini," ujar Evi.
Cerita serupa disampaikan Yusuf Aldiansah, alumni LKP Abdi Bangsa Institute yang kini bekerja di Albania. Ia menilai pengalaman internasional telah membuka wawasan baru sekaligus mengasah profesionalisme.
"Bekerja di luar negeri mengajarkan saya pentingnya menghargai perbedaan budaya dan menjaga standar kerja yang tinggi. Kompetensi yang diperoleh di LKP menjadi modal penting untuk bersaing secara global," kata Yusuf.
Dukungan terhadap kualitas lulusan Indonesia juga datang dari dunia industri internasional. Perwakilan Hotel Human Resources Corporate Albania, Igli Tavlinezh, mengaku terkesan dengan kualitas tenaga kerja Indonesia.
"Tenaga kerja Indonesia memiliki dedikasi tinggi, cepat belajar, disiplin, dan mampu bekerja secara profesional. Kualitas seperti inilah yang sangat dibutuhkan industri global saat ini," ungkap Igli.
Melalui program LKP Mendunia, Kemendikdasmen berharap semakin banyak lulusan kursus dan pelatihan Indonesia yang mampu menembus pasar kerja internasional sekaligus menjadi duta kompetensi bangsa di berbagai negara.
(Sumber: Kemendikdasmen)
