Editor: Devona R
Seorang guru di Pamekasan, Jawa Timur, saat sedang mengajar di kelas. (Foto ilustrasi: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; PAMEKASAN – Tunjangan Profesi Guru (TPG) tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, tetapi juga mulai mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran di sekolah. Di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sejumlah guru mengaku memanfaatkan dana TPG untuk meningkatkan kualitas pengajaran dengan memanfaatkan teknologi yang lebih modern dan interaktif.
Di tengah upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan nasional, manfaat program tersebut kini dirasakan langsung oleh para guru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Dana yang diterima tidak hanya digunakan untuk menunjang kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga dialokasikan untuk pengembangan sarana belajar yang mendukung proses pendidikan di era digital.
Salah satu contohnya terlihat di SDN Jalmak 1 Pamekasan. Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Dwi Arista Wardana, mengaku menggunakan dana TPG untuk membeli laptop yang kini menjadi perangkat utama dalam menyiapkan materi pembelajaran.
Menurut Dwi, penggunaan teknologi membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan partisipatif. Pembelajaran PJOK yang selama ini identik dengan aktivitas fisik kini dapat dipadukan dengan materi visual dan metode interaktif yang lebih mudah dipahami siswa.
“Dampak TPG ini membantu saya untuk berinovasi menyiapkan materi pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif dengan perangkat laptop. Kelas PJOK menjadi lebih interaktif dan mampu membangun kolaborasi serta partisipasi murid dalam proses pembelajaran,” ujar Dwi, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Minggu (30/5/2026).
Guru Mulai Kenalkan AI dan Permainan Edukatif
Manfaat serupa dirasakan guru kelas SDN Jalmak 1, Sri Riana. Ia melihat TPG sebagai salah satu instrumen penting yang mendorong transformasi pembelajaran di sekolah dasar.
Dengan dana yang diterimanya, Sri membeli tablet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Perangkat tersebut digunakan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI), kepada peserta didik secara bertahap dan sesuai usia mereka.
Tidak hanya itu, Sri juga memanfaatkan berbagai platform pembelajaran berbasis gim seperti Kahoot dan Quizizz untuk meningkatkan keterlibatan siswa di dalam kelas.
“Sekarang saya bisa menggunakan berbagai permainan edukatif yang membuat murid lebih antusias belajar. Mereka tidak mudah bosan dan lebih aktif saat proses pembelajaran berlangsung,” kata Sri.
Menurut Sri, pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa sekaligus membantu guru menyampaikan materi dengan lebih efektif.
Guru Swasta Ikut Merasakan Dampaknya
Program TPG juga memberikan manfaat bagi tenaga pendidik di sekolah swasta. Samsi, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan, mengatakan tunjangan tersebut memberikan ketenangan finansial sehingga dirinya dapat lebih fokus menjalankan tugas sebagai pendidik.
Selain mendukung kebutuhan ekonomi, TPG juga membuka kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan, seminar, hingga pendidikan dan pelatihan (diklat).
Menurutnya, guru saat ini dituntut tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai moral, dan membimbing perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
“Semoga kesejahteraan guru terus meningkat, terutama bagi guru swasta dan honorer yang selama ini berjuang mencerdaskan generasi bangsa dengan tantangan yang tidak ringan,” kata Samsi.
Pemerintah Perkuat Kompetensi dan Kesejahteraan Guru
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan pemerintah terus memperkuat kualitas guru melalui berbagai program strategis.
Saat berkunjung ke Universitas Trunojoyo Madura, Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa lebih dari 12 ribu guru telah memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan D4/S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program tersebut akan diperluas pada 2026 dengan target menjangkau hingga 150 ribu guru melalui bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperluas program sertifikasi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai upaya meningkatkan profesionalisme sekaligus kesejahteraan guru di seluruh Indonesia.
Dengan kombinasi peningkatan kompetensi dan kesejahteraan, pemerintah berharap guru dapat semakin fokus menghadirkan pembelajaran berkualitas yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.
(Sumber: Kemendikdasmen)