Editor: Zaky AH
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat meninjau warga Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Humas Kemnaker)
GEBRAK.ID; GARUT -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI terus mendorong pembukaan lapangan kerja berbasis potensi desa. Kali ini, sebanyak 500 warga Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, disiapkan mengikuti pelatihan agroforestry terintegrasi yang mencakup sektor pertanian, kopi, hingga pariwisata.
Program tersebut diproyeksikan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa sekaligus menciptakan peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, pelatihan dirancang secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu membangun usaha mandiri yang berkelanjutan.
“Kami dari Kemnaker siap melatih 500 orang. Silakan Pak Kades dibuatkan data dan daftar peserta pelatihannya,” ujar Yassierli saat berdialog dengan petani Papandayan di Garut, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Yassierli, Desa Karamatwangi dipilih karena memiliki potensi agroforestry yang besar. Desa tersebut memiliki kawasan hutan sosial seluas sekitar 160 hektare yang dinilai sangat potensial untuk pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pertanian terpadu.
Tak hanya didukung kondisi alam, pemerintah desa dan pelaku usaha lokal juga disebut memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan ekonomi berbasis masyarakat.
“Pelatihan ini kami desain agar terintegrasi dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga peluang usaha dari potensi desa yang ada,” kata Yaasierli.
Dalam program tersebut, peserta akan mendapatkan pelatihan budidaya kopi, pengolahan pascapanen, roasting atau penyangraian kopi, hingga keterampilan menjadi barista. Kemnaker juga menyiapkan pelatihan hortikultura seperti budidaya kentang dan cabai untuk memperkuat sektor pertanian produktif di wilayah pegunungan Garut.
Tak berhenti di sektor pertanian, pelatihan juga menyasar bidang pariwisata. Warga akan dibekali kemampuan hospitality dan tour guide guna mendukung pengembangan wisata berbasis alam dan pertanian yang kini mulai berkembang di kawasan Garut selatan dan lereng Gunung Papandayan.
Yassierli berharap program tersebut dapat menjadikan Karamatwangi sebagai desa percontohan pengembangan ekonomi berbasis agroforestry di Indonesia. “Harapannya, masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan peluang kerja dan usaha dari potensi yang ada di desa,” ujarnya.
Program pelatihan berbasis potensi lokal sebenarnya sudah mulai dijalankan Kemnaker secara bertahap sejak 2025 di sejumlah desa wilayah Cisurupan. Sebanyak 64 peserta telah mengikuti pelatihan pengembangan kopi dan pengolahan hasil pertanian.
Pada 2025, pelatihan digelar di Desa Genengjaya dengan fokus budidaya kopi serta di Desa Cipaganti melalui pelatihan roasting kopi. Memasuki 2026, program diperluas ke Desa Karamatwangi dan Desa Simpang dengan materi pelatihan yang lebih lengkap mulai dari budidaya, pascapanen, hingga pengolahan produk kopi bernilai jual tinggi.
Langkah Kemnaker ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong penguatan ekonomi desa dan pengurangan angka pengangguran melalui pelatihan kerja berbasis potensi daerah. Dengan pendekatan terintegrasi, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru secara mandiri dan berkelanjutan.
(Sumber: Humas Kemnaker)
Posting Komentar untuk "Desa Karamatwangi Disiapkan Jadi Sentra Agroforestry: 500 Warga Garut Bakal Dilatih Jadi Petani Kopi hingga Barista"