Viral Pamit Tinggalkan Sekolah, Ikhsan Kini Bisa Kembali Belajar Berkat Bantuan PIP

Muhammad Ikhsan Hambawi (tengah), siswa SMPN 1 Tanjungsari Sumedang. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID -- Tangis Muhammad Ikhsan Hambawi pecah saat memeluk teman-temannya di kelas SMPN 1 Tanjungsari. Bocah 14 tahun asal Sumedang itu sempat berpikir masa depannya di bangku sekolah telah berakhir karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit.

Momen haru tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun TikTok milik temannya. Dalam video itu, Ikhsan terlihat berpamitan meninggalkan sekolah karena ingin membantu ayahnya berjualan ayam goreng di Alun-alun Tanjungsari.

Unggahan sederhana itu justru menyentuh hati banyak orang. Kalimat yang menyertai video tersebut menggambarkan kenyataan pahit yang dihadapi Ikhsan: seorang anak yang sebenarnya masih ingin belajar, tetapi keadaan memaksanya membantu keluarga mencari nafkah.

Di usianya yang masih sangat muda, Ikhsan sudah memahami beratnya kehidupan. Sepulang sekolah, ia rutin membantu sang ayah berjualan demi menambah penghasilan keluarga. 

Di tengah kesibukan teman-temannya belajar dan bermain, Ikhsan justru dihantui kekhawatiran apakah dirinya masih bisa melanjutkan pendidikan.

“Aku sebenarnya ingin tetap sekolah,” ujar Ikhsan lirih saat ditemui dalam kegiatan penyerahan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026).

Harapan itu akhirnya datang setelah kisahnya viral dan mengundang perhatian publik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan kepada keluarganya. Pada saat bersamaan, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan atau Puslapdik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) langsung melakukan penelusuran terhadap kondisi keluarga Ikhsan.

Hasil verifikasi menunjukkan Ikhsan layak menerima bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar tahun 2026. Bantuan tersebut menjadi titik balik bagi Ikhsan untuk kembali melanjutkan sekolahnya.

Momen penyerahan bantuan berlangsung penuh haru. Tangannya tampak gemetar saat menerima kartu ATM dan buku rekening SimPel BRI dalam kegiatan pengawasan Program Indonesia Pintar yang digelar di Bandung.

Bagi sebagian orang, kartu ATM mungkin hanyalah benda biasa. Namun bagi Ikhsan, bantuan itu menjadi simbol harapan baru agar dirinya bisa kembali duduk di bangku sekolah tanpa rasa takut harus berhenti di tengah jalan.

Wajah Ikhsan yang sebelumnya murung kini mulai terlihat tenang. Sesekali ia tersenyum sambil menggenggam erat kartu bantuan pendidikan tersebut. Program Indonesia Pintar memang tidak langsung mengubah seluruh kondisi ekonomi keluarganya, tetapi bantuan itu memberi kepastian bahwa pendidikan Ikhsan masih bisa berlanjut.

Kini, Ikhsan kembali mengenakan seragam sekolah dan belajar bersama teman-temannya. Ia kembali mendengar penjelasan guru di kelas, sesuatu yang sempat ia kira tak akan lagi dirasakan.

Kisah Ikhsan juga menjadi gambaran bahwa masih banyak anak Indonesia yang berada dalam situasi serupa. Keinginan untuk belajar sering kali harus berbenturan dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Adhika Ganendra, mengatakan kasus seperti Ikhsan masih banyak ditemukan di berbagai daerah. Karena itu, pemerintah tengah mengkaji keterlibatan sekolah dalam proses usulan dan verifikasi penerima bantuan PIP.

“Kasus Ikhsan ini banyak terjadi di berbagai wilayah. Satuan pendidikan paling mengetahui kondisi riil siswanya,” kata Adhika.

Menurut Andhika, Program Indonesia Pintar dirancang untuk mencegah siswa putus sekolah sekaligus membantu anak-anak yang sudah berhenti belajar agar bisa kembali ke sekolah.

Andhika menambahkan, sejak diluncurkan pada 2015, PIP dinilai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan angka partisipasi pendidikan di Indonesia.

Kini, Ikhsan tak lagi berpamitan meninggalkan sekolah. Ia kembali datang ke kelas sebagai pelajar yang ingin mengejar cita-cita dan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus mengubur mimpi seorang anak.

(Sumber: Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Viral Pamit Tinggalkan Sekolah, Ikhsan Kini Bisa Kembali Belajar Berkat Bantuan PIP"