Editor: Damar Pratama
Pelatih timnas U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. (Foto: Dok.PSSI)
GEBRAK.ID; JEDDAH – Harapan tim nasional (timnas) U17 Indonesia untuk menembus fase gugur Piala Asia U-17 2026 kini berada di ujung tanduk. Bertanding di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Minggu (10/5/2026) pagi WIB, skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto harus mengakui ketangguhan Qatar dengan skor 0-2.
Kekalahan ini terasa pahit karena sebelumnya Garuda Muda sempat mengantungi satu kemenangan 1-0 atas China. Kini, peluang lolos tipis namun tetap ada, meski harus disertai dengan hasil di luar dugaan di laga terakhir Grup D.
Laga berjalan sengit sejak menit awal. Tim Garuda Muda justru tampil menekan, mencoba membongkar pertahanan rapat Qatar. Di menit ke-15, Noha Oliver nyaris membuka keunggulan lewat tendangan bebasnya, namun masih bisa diredam lini belakang lawan.
Petaka bagi Indonesia datang semenit kemudian. Wasit menunjuk titik putih setelah pemain Qatar Taha Nassir melakukan kontak dengan pemain Garuda Muda.
Eksekusi penalti yang gagal menjadi momen krusial. Mathew Baker yang maju sebagai algojo, melepaskan tembakan keras ke sisi kanan. Sayang, arah bola sudah bisa ditebak dengan sempurna oleh kiper Qatar, Mohamed Bakri.
“Kegagalan itu seperti mematikan momentum. Anak-anak jadi kehilangan ritme,” ujar pengamat sepak bola nasional, Eko R, dalam analisisnya usai pertandingan.
Alih-alih patah semangat, Indonesia justru makin mengurung pertahanan Qatar. Putu Ekayana dan Ichiro Akbar bergantian melepaskan tembakan jarak jauh. Namun hingga babak pertama usai, skor 0-0 tetap bertahan.
Kesalahan Fatal di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Qatar yang sebelumnya lebih banyak bertahan mulai berani keluar menekan. Hasilnya, pada menit ke-57, koordinasi pertahanan Garuda Muda yang kurang rapi harus dibayar mahal. Jad Hadi Khalil mengirim umpan terukur yang diselesaikan dengan tendangan keras oleh Ayokunle Samuel Tokade. Qatar unggul 1-0.
Tertinggal, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto mencoba melakukan rotasi untuk menambah daya gedor. Namun Qatar tampil jauh lebih klinis.
Sepuluh menit berselang, giliran Dhiaeddine Larbi yang menusuk dari sektor kiri dan melepaskan tembakan akurat ke pojok gawang Mike Rajasa. Kiper Garuda Muda tak bisa berbuat banyak. Skor berubah 2-0 untuk keunggulan Qatar.
Di masa injury time, Chico Yarangga dan Miraj Sulaeman sempat mengancam, namun penyelamatan gemilang kiper Bakri menggagalkan semua usaha. Qatar bahkan harus bermain dengan 10 orang setelah Amr Mohamed mendapat kartu merah, tapi Garuda Muda gagal memanfaatkan situasi tersebut.
Kekalahan ini membuat posisi Indonesia terjepit. Di pertandingan terakhir Grup D, Garuda Muda akan menghadapi Jepang U17 yang baru saja menang tipis 2-1 atas China. Dengan enam poin, Jepang hampir dipastikan lolos, meninggalkan Indonesia yang harus menang dan berharap pada hasil lain.
Susunan Pemain
Qatar (4-3-3):
Mohamed Bakri (PG); Ghassan Eltoum, Adham Adnan, Sami Darani, Taha Nassir; Khalil Hadi, Ahmed Abouelkomsan, Mohamed Yehea Fadl; Dhiaddine Benyatla, Ayokunle Tokode, Mohsain Al-Hajri
Indonesia (5-3-2):
Mike Rajasa (PG); Farik Rizqi, Putu Ekayana, Mathew Baker, Peres Tjoe, Farrel Luckyta; Girly Andrade, Noha Oliver, Davva Yunna; Ichiro Akbar, Pandu Aryo
(Sumber: PSSI)
Jangan Terlewatkan: Jepang Kuasai Grup B, Timnas U-17 Indonesia Tempel Ketat di Posisi Kedua
Posting Komentar untuk "Diadang Tembok Kokoh Qatar, Mimpi Indonesia ke Fase Gugur Piala Asia U-17 2026 Mulai Sirna"