Drama Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kalbar Belum Usai, SMAN 1 Pontianak Pilih Mundur dari Final Ulang

Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masih terus bergulir. (Foto: Tangkapan layar Youtube MPR RI)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA — Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masih terus bergulir. Setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan menggelar final ulang usai kontroversi penilaian viral di media sosial, SMAN 1 Pontianak justru memilih mundur dan menolak ikut dalam pelaksanaan ulang tersebut.

Sikap itu diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi sekolah, @smansaptk.informasi, Kamis (14/5/2026).

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” tulis pihak sekolah dalam pernyataan resminya.

Keputusan tersebut sontak menjadi sorotan publik setelah sebelumnya kontroversi LCC 4 Pilar Kalbar ramai diperbincangkan netizen karena dugaan ketidakadilan penilaian dewan juri.

Pilih Hormati Hasil Lomba

Dalam pernyataan sikapnya, SMAN 1 Pontianak menegaskan langkah yang mereka lakukan sejak awal bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu maupun membatalkan hasil perlombaan.

Sekolah hanya ingin memperoleh klarifikasi terkait mekanisme penilaian yang dianggap menimbulkan polemik di masyarakat.

“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pihak sekolah juga menegaskan tetap menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan panitia dan mendukung penuh SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Selain itu, SMAN 1 Pontianak juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi serta mengajak seluruh pihak menyelesaikan persoalan dengan semangat persatuan.

“SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan,” lanjut pernyataan itu.

Viral Karena Penilaian “Artikulasi”

Kontroversi Final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat bermula dari viralnya cuplikan lomba di media sosial. Dalam video yang beredar luas, publik menyoroti keputusan dewan juri yang memberikan nilai berbeda terhadap jawaban dua peserta yang dinilai memiliki substansi sama.

Istilah “artikulasi” yang disebut menjadi alasan perbedaan penilaian memicu perdebatan luas di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan objektivitas penilaian dalam kompetisi tersebut.

Acara final itu berlangsung di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) dan langsung menjadi trending pembahasan di berbagai platform digital. Desakan evaluasi terhadap pelaksanaan lomba pun terus bermunculan.

MPR Minta Maaf dan Nonaktifkan Juri

Merespons polemik yang berkembang, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

MPR RI juga mengambil langkah evaluasi dengan menonaktifkan dua juri dan pembawa acara yang bertugas dalam final LCC tersebut.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” demikian pernyataan resmi MPR.

Sebagai tindak lanjut, MPR memutuskan menggelar final ulang dengan pengawasan langsung pimpinan MPR RI serta melibatkan juri independen. Namun keputusan itu ternyata tidak direspons positif oleh SMAN 1 Pontianak yang memilih tidak lagi ikut serta.

Siswi Peserta Banjir Dukungan

Di tengah polemik tersebut, salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau akrab disapa Ocha, justru mendapat simpati luas dari masyarakat.

Dukungan terhadap Ocha ramai mengalir di media sosial setelah videonya saat lomba viral.

Ocha mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan publik kepadanya. Menurutnya, dukungan itu menjadi motivasi untuk terus berkembang dan belajar lebih baik lagi.

Tak hanya itu, Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda yang juga alumni SMAN 1 Pontianak bahkan disebut menawarkan beasiswa kuliah ke China kepada Ocha.

Polemik ini pun menjadi pengingat penting bahwa transparansi dan objektivitas dalam kompetisi pendidikan sangat dibutuhkan agar kepercayaan publik tetap terjaga.

(Berbagai Sumber)

Jangan Terlewatkan:

- Viral Gegara Salah Nilai, MPR Putuskan Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Kalbar Diulang dan Ganti Juri 

- Viral Nilai Dikurangi Meski Jawaban Benar pada Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026, Wakil Ketua MPR Minta Maaf 

- Viral Nilai Berbeda untuk Jawaban Sama, MPR Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 

Posting Komentar untuk "Drama Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kalbar Belum Usai, SMAN 1 Pontianak Pilih Mundur dari Final Ulang"