![]() |
| Gooseworx Tanggapi Kebocoran Episode Final The Amazing Digital Circus: Last Act. |
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID --Fenomena animasi internet yang sangat populer, The Amazing Digital Circus, kembali menjadi sorotan setelah insiden kebocoran episode terakhirnya. Serial ini diproduksi oleh Glitch Productions dan dibuat oleh Gooseworx, yang sebelumnya telah menarik perhatian global sebagai salah satu web series indie paling viral beberapa tahun terakhir.
Rencana rilis final yang berubah jadi kontroversi
Episode penutup berjudul The Last Act direncanakan tayang secara teatrikal pada 4 Juni 2026 sebelum akhirnya dirilis di YouTube dan Netflix pada 19 Juni.
Namun, situasi berubah kacau ketika versi awal episode tersebut bocor dari pemutaran screening di Brasil (versi Portugis) sekitar 21 Mei 2026. Kebocoran ini menyebar cepat di internet dan memicu banjir spoiler yang sulit dibendung.
Reaksi Gooseworx yang memicu perdebatan
Melalui platform media sosial Bluesky, Gooseworx sempat memberikan komentar singkat yang bernada santai terhadap kebocoran tersebut, yang kemudian dihapus. Respons ini justru memicu reaksi keras dari sebagian penggemar.
Sebelumnya, keputusan Glitch Productions untuk merilis episode final di bioskop juga sudah menuai kontroversi. Awalnya, penggemar dijanjikan episode akan langsung dirilis di YouTube, namun kini harus menunggu lebih lama jika tidak menonton di bioskop terlebih dahulu. Distribusi juga sempat dibatasi di wilayah tertentu sebelum akhirnya diperluas ke Eropa dan Inggris setelah tekanan komunitas.
Ada pula ketegangan terkait rencana distribusi di Korea Selatan, yang akhirnya dibatalkan karena kekhawatiran kebocoran lebih lanjut.
Klarifikasi Gooseworx: tekanan yang semakin besar
Dalam unggahan lanjutan di Bluesky, Gooseworx menjelaskan bahwa dirinya memahami kritik publik, namun merasa proyek ini telah berkembang jauh melampaui ekspektasinya.
Ia menyatakan bahwa awalnya ia hanya ingin membuat sebuah serial animasi sederhana, tetapi tekanan, ekspektasi penggemar, dan kompleksitas produksi membuat proyek ini terasa semakin berat. Ia juga mengungkapkan bahwa ia tidak lagi merasa mampu menjadi figur utama dari proyek tersebut karena beban yang terus meningkat.
Dampak kebocoran terhadap respons penggemar
Setelah spoiler menyebar, sebagian penggemar mengaku kecewa dengan arah cerita, terutama karena ekspektasi teori yang tidak terpenuhi. Namun, sebagian lainnya tetap menghargai akhir cerita meskipun sifatnya terbuka dan tidak memberikan semua jawaban yang diharapkan.
PERINGATAN SPOILER: ISI CERITA EPISODE TERAKHIR
Bocoran cerita The Last Act
Dalam kebocoran tersebut, karakter Kinger tanpa sengaja menghapus Caine saat mencoba menghentikan AI tersebut. Hal ini mengungkap fakta bahwa seluruh karakter ternyata adalah salinan kesadaran digital.
Revelasi ini membuat Jax mengalami tekanan mental berat hingga hampir mengalami “abstraksi” sepenuhnya. Pomni kemudian berusaha membantu Jax dengan memasuki alam bawah sadarnya.
Sebagian besar episode berfokus pada eksplorasi masa lalu Jax, termasuk hubungan buruknya dengan karakter lain seperti Ribbit dan Kaufmo, serta trauma keluarga yang membentuk kepribadiannya.
Dalam salah satu momen penting, terungkap bahwa Jax memiliki masa kecil yang penuh tekanan, termasuk hubungan keluarga yang tidak stabil dan pengalaman traumatis yang memengaruhi perilakunya di dalam dunia digital.
Perubahan besar di akhir cerita
Di bagian akhir, Caine kembali setelah melewati “void” dan menyadari kesalahannya. Ia kemudian mengakses data identitas asli para karakter, yang mengungkap nama dunia nyata mereka:
- Pomni: Abigail
- Ragatha: Susie
- Gangle: Zoey
- Zooble: Riley
- Kinger: Grant
- Jax: Leroy
Kisah kemudian memperlihatkan kehidupan dunia nyata mereka yang masing-masing mengalami kondisi berbeda, mulai dari pemulihan trauma hingga kehidupan baru yang lebih stabil.
Di dalam dunia digital, para karakter akhirnya menerima keberadaan satu sama lain dan melanjutkan kehidupan dalam bentuk “petualangan bebas”, meskipun beberapa keputusan akhir cerita menuai pro dan kontra dari penggemar.
Meski akhir cerita tidak sepenuhnya memuaskan semua penonton, pesan utama yang ingin disampaikan Gooseworx adalah bahwa bahkan dalam kehidupan yang stagnan sekalipun, tetap ada makna yang bisa ditemukan.
Dengan berakhirnya The Amazing Digital Circus, perhatian kini tertuju pada proyek berikutnya dari Glitch Productions, termasuk serial baru seperti Knights of Guinevere. Studio ini diharapkan dapat belajar dari kontroversi ini, terutama terkait kebocoran dan manajemen ekspektasi penggemar.
(Sumber: Bluesky)
.jpg)