Harkitnas 2026, Menbud Fadli Zon Serukan “Api Budi Utomo” Dinyalakan Kembali untuk Perkuat Persatuan Bangsa

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang dipimpin Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: Humas Kementerian Kebudayaan)
Editor: Darkiman R

GEBRAK.ID; JAKARTA – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Rabu (20/5/2026), menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk kembali menggaungkan semangat persatuan nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. 

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, menyatakan bahwa nilai-nilai kebangkitan bangsa harus terus dihidupkan dalam seluruh lini kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam upacara Harkitnas bertema “Bangkit dari Sini” tersebut, Fadli Zon yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan fondasi utama lahirnya persatuan nasional. Menurutnya, semangat yang dulu diperjuangkan organisasi Budi Utomo harus kembali dinyalakan untuk menghadapi tantangan zaman modern.

“Perbedaan yang dahulu digunakan penjajah untuk memecah belah bangsa, kini justru menjadi kekuatan besar yang menyatukan Indonesia,” ujar Fadli dalam pidatonya.

Fadli Zon mengingatkan bahwa para pendiri bangsa berhasil membangun kesadaran nasional di tengah kondisi masyarakat yang tercerai-berai akibat politik devide et impera pada masa kolonial. Karena itu, menurut dia, semangat kolektif tersebut tidak boleh luntur di tengah derasnya perubahan global saat ini.

Fadli Zon juga mengaitkan momentum Hari Kebangkitan Nasional dengan implementasi Asta Cita, visi utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, seniman, budayawan hingga generasi muda, memiliki peran penting dalam menjaga arah pembangunan nasional.

“Peringatan Harkitnas ini menjadi panggilan untuk kembali menyalakan api Budi Utomo dalam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga budaya kreatif,” kata Fadli Zon.

Dalam kesempatan itu, Fadli Zon menekankan bahwa kebudayaan harus menjadi instrumen strategis untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyinggung amanat Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional.

Menurut Fadli Zon, Indonesia memiliki modal besar berupa “mega diversity” atau keragaman budaya yang tidak dimiliki banyak negara lain. Bila dikelola dengan baik, kekayaan budaya tersebut bukan hanya menjadi identitas nasional, tetapi juga kekuatan ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat global.

“Budaya harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa sekaligus penggerak ekonomi budaya di masa depan,” ujar Fadli Zon.

Di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian, Fadli Zon menilai persatuan nasional menjadi kebutuhan mendesak. Karena itu, pemerintah disebut terus menjalankan berbagai program strategis untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial.

Beberapa program yang disoroti antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas guru, penyediaan beasiswa pendidikan, layanan cek kesehatan gratis, hingga pengembangan Koperasi Merah Putih.

Menurut Fadli Zon, program-program tersebut merupakan bentuk nyata pelaksanaan amanat konstitusi agar masyarakat memperoleh kehidupan yang layak. “Seluruh program nasional itu merupakan bagian dari upaya negara menghadirkan kesejahteraan dan memperkuat kebangkitan nasional.”

Selain upacara resmi, peringatan Harkitnas 2026 juga diisi dengan berbagai agenda budaya. Fadli Zon meresmikan ruang Pameran Meriam Joseph L. Spartz serta meninjau Pameran Science SciArt 8.0 bertajuk “Gelora Api Kebangkitan Nasional”.

Kementerian Kebudayaan juga menerima tiga penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yakni untuk kategori Lukisan Cadas Tertua, Penetapan Cagar Budaya Nasional Terbanyak, serta Pameran Lukisan Tokoh Ilmuwan Terbanyak.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, bersama Wakil Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Harkristuti Harkrisnowo.

Acara Harkitnas ke-118 turut dihadiri jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan, duta besar negara sahabat, tokoh budaya, komunitas seni, akademisi, hingga pelajar dari berbagai daerah.

Menutup sambutannya, Fadli Zon berharap semangat kebangkitan nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membangun Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing.

“Momentum ini harus menjadi penguat solidaritas sosial dan pengingat bahwa pembangunan bangsa harus selalu berorientasi pada kemajuan bersama,” pungkas Fadli Zon.

(Humas Kementerian Kebudayaan)