Hormon Perempuan Mudah Kacau? Ini Deretan Makanan yang Bisa Bantu Menjaganya Tetap Seimbang

Makanan sehat menjadi salah satu langkah penting untuk membantu tubuh mempertahankan keseimbangan hormon secara alami. (Foto: Freepik)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID -- Keseimbangan hormon memiliki peran penting dalam kesehatan perempuan. Tak hanya memengaruhi siklus menstruasi, hormon juga berkaitan erat dengan suasana hati, kualitas tidur, metabolisme tubuh, kesehatan kulit, hingga kesuburan.

Saat hormon dalam tubuh tidak seimbang, berbagai gangguan bisa muncul, mulai dari mudah lelah, jerawat, berat badan naik turun, gangguan tidur, hingga siklus haid yang tidak teratur.

Karena itu, menjaga pola makan sehat menjadi salah satu langkah penting untuk membantu tubuh mempertahankan keseimbangan hormon secara alami.

Ahli nutrisi dan pelatih kebugaran Neeraja Mehta mengungkapkan bahwa beberapa jenis makanan tertentu memiliki kandungan gizi yang dapat membantu mendukung kesehatan hormon perempuan.

Dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (16/5/2026), berikut sejumlah makanan yang dinilai baik untuk menjaga keseimbangan hormon perempuan.

## 1. Sayuran Hijau

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, kale, dan sawi menjadi salah satu makanan terbaik untuk kesehatan hormon.

Sayuran hijau kaya akan serat, magnesium, zat besi, folat, serta antioksidan yang membantu tubuh mengurangi peradangan dan menjaga metabolisme tetap stabil.

Menurut Neeraja, kandungan magnesium pada sayuran hijau sangat membantu perempuan yang mengalami stres, kelelahan, susah tidur, atau gejala sindrom pramenstruasi (PMS).

Selain itu, sayuran hijau juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga produksi hormon dalam tubuh lebih terkontrol.

Sayuran ini bisa dikonsumsi dalam bentuk tumisan, salad, sup, atau campuran smoothie sehat.

## 2. Yoghurt Tanpa Pemanis

Yoghurt tanpa pemanis juga baik untuk menjaga keseimbangan hormon karena kaya probiotik.

Probiotik membantu menjaga kesehatan usus dan sistem pencernaan. Hal ini penting karena hormon dalam tubuh diproses dan didetoksifikasi melalui saluran pencernaan.

Ketika kesehatan usus terganggu, keseimbangan hormon juga bisa ikut terdampak.

Mengonsumsi yoghurt tanpa tambahan gula secara rutin dinilai dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan sekaligus menjaga stabilitas hormon.

## 3. Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Kacang almond, kenari, chia seed, hingga biji bunga matahari menjadi sumber lemak sehat, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh perempuan.

Nutrisi tersebut membantu mendukung produksi hormon dan menjaga kesehatan kelenjar tiroid.

Selain itu, kacang-kacangan juga memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan berat badan.

Asupan lemak sehat sendiri sangat penting karena hormon dibentuk dari lemak dan kolesterol sehat di dalam tubuh.

## 4. Buah Tinggi Serat

Buah-buahan seperti beri, apel, dan jambu biji mengandung banyak serat, vitamin, air, serta antioksidan.

Kandungan tersebut membantu mengurangi stres oksidatif sekaligus meningkatkan kesehatan pencernaan.

Neeraja menyarankan buah dijadikan camilan sehat atau pengganti makanan penutup tinggi gula agar energi tubuh tetap stabil dan tidak mudah lapar.

Mengurangi konsumsi makanan olahan dan gula berlebih juga penting karena lonjakan gula darah dapat memicu gangguan hormon.

## 5. Biji Rami atau Flaxseed

Flaxseed atau biji rami dikenal sebagai salah satu superfood yang baik untuk kesehatan perempuan.

Biji rami mengandung serat tinggi, omega-3, dan lignan, yakni senyawa alami yang berkaitan dengan produksi estrogen sehat.

Kandungan tersebut membantu meningkatkan kesehatan usus sekaligus mendukung keseimbangan hormon dalam tubuh.

Flaxseed bisa dicampurkan ke yoghurt, oatmeal, jus, smoothie, atau adonan roti rumahan.

Selain menjaga pola makan, para ahli juga mengingatkan pentingnya tidur cukup, rutin berolahraga, serta mengelola stres untuk membantu menjaga kesehatan hormon perempuan secara menyeluruh.

Jika mengalami gejala gangguan hormon berkepanjangan, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap diperlukan agar penanganannya tepat.

(Sumber: Hindustan Times)