Indonesia Resmi Punya Domain .AI.ID: Langkah Baru Perkuat Ekosistem dan Kedaulatan AI Nasional

Domain ai,id diproyeksikan menjadi identitas digital resmi bagi startup, peneliti, komunitas, hingga pelaku industri AI di Indonesia. (Foto ilustrasi: Gebrak.id/AI)
Editor: Saeful Imam

GEBRAK.ID; JAKARTA — Indonesia resmi memasuki babak baru pengembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dengan hadirnya domain khusus .ai.id. Domain ini diproyeksikan menjadi identitas digital resmi bagi startup, peneliti, komunitas, hingga pelaku industri AI nasional.

Peluncuran domain tersebut digagas oleh Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia atau PANDI sebagai bagian dari penguatan ekosistem AI nasional.

Ketua Umum KORIKA Hammam Riza mengatakan kehadiran .ai.id bukan sekadar alamat digital, tetapi simbol kedaulatan teknologi Indonesia di tengah pesatnya perkembangan industri AI global.

“Kami ingin startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang digital yang mencerminkan identitas, kebanggaan, sekaligus kompetensi bangsa di bidang kecerdasan artifisial,” ujar Hammam dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/2026).

Selama ini, banyak perusahaan rintisan dan pengembang AI di Indonesia menggunakan domain .ai yang sebenarnya merupakan kode negara milik Anguilla, sebuah wilayah kecil di Karibia. Kondisi itu dinilai kurang merepresentasikan identitas digital Indonesia yang kini tengah berkembang pesat di sektor AI.

Hadirnya .ai.id disebut menjadi country code top-level domain (ccTLD) pertama di dunia yang dirancang khusus untuk mendukung ekosistem AI sebuah negara.

Langkah tersebut juga sejalan dengan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia yang menargetkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan AI terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2030.

Berdasarkan Indonesia AI Report 2025, sekitar 45 persen pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi teknologi AI. Angka pertumbuhannya pun mencapai 47 persen secara tahunan atau year-on-year, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan AI tercepat di kawasan Asia Tenggara.

KORIKA saat ini menaungi lebih dari 4.000 anggota komunitas dengan sekitar 300 anggota aktif terverifikasi yang diproyeksikan menjadi pengguna awal domain .ai.id.

Selain memperkuat identitas digital nasional, domain ini juga diharapkan menjadi penanda kredibilitas layanan AI yang dikembangkan di bawah yurisdiksi Indonesia. Konsep tersebut mirip dengan penggunaan domain .gov.id untuk lembaga pemerintahan atau .ac.id untuk institusi pendidikan tinggi.

Perwakilan domain.ai.id, Alexander, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sistem registrasi agar mampu mengakomodasi tingginya minat masyarakat dan industri terhadap domain baru tersebut. “Kami memastikan proses registrasi berjalan lancar dan mampu menjawab kebutuhan pengguna AI di Indonesia,” katanya.

Pendaftaran domain .ai.id akan dilakukan dalam empat tahap. Tahap Sunrise berlangsung mulai 2 Juni hingga 2 Juli 2026 khusus bagi pemilik merek dagang terdaftar. Selanjutnya tahap Grandfather pada 13 Juli sampai 13 Agustus 2026 diperuntukkan bagi pemilik domain .id aktif.

Kemudian fase Landrush dibuka pada 24 Agustus hingga 24 September 2026 untuk masyarakat umum dengan skema harga premium. Adapun tahap General Availability dimulai pada 5 Oktober 2026 melalui registrar resmi PANDI.

Menariknya, jika terdapat lebih dari satu pihak yang mengajukan nama domain yang sama, maka penentuan kepemilikan akan dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka.

Peluncuran .ai.id diyakini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam persaingan teknologi global. Tidak hanya menjadi pengguna teknologi, Indonesia kini mulai membangun identitas digital sendiri dalam industri AI yang terus berkembang pesat.

(Sumber: KORIKA)