![]() |
| Ilustrasi koneksi internet lambat. (Foto: Gebrak.id/AI) |
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Internet Indonesia kembali mendapat rapor merah. Laporan terbaru Digital 2025 dari We Are Social dan data Speedtest Global Index menunjukkan kecepatan internet di Tanah Air masih tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Di tengah gencarnya transformasi digital, internet RI justru disebut masih “bak siput” dibanding negara tetangga.
Data terbaru menunjukkan median kecepatan internet mobile Indonesia pada awal 2025 hanya berada di kisaran 40-45 Mbps. Angka ini membuat Indonesia berada di posisi terbawah di ASEAN untuk kategori internet seluler. Sementara untuk fixed broadband atau internet rumah kabel/fiber, kecepatannya juga masih jauh dari negara maju di Asia Tenggara.
Menurut laporan DataReportal Digital 2025, median kecepatan internet mobile Indonesia tercatat sekitar 29,06 Mbps, sedangkan fixed broadband hanya 32,05 Mbps pada Januari 2025. Angka tersebut memang naik dibanding tahun sebelumnya, tetapi peningkatannya dinilai sangat lambat dibanding negara ASEAN lain yang melesat jauh lebih cepat.
Berdasarkan data Speedtest Global Index per Maret 2025, berikut daftar kecepatan internet mobile di ASEAN:
Malaysia — 169,04 Mbps
Singapura — 164,20 Mbps
Vietnam — 150,43 Mbps
Thailand — 103,49 Mbps
Filipina — 60,11 Mbps
Kamboja — 49,54 Mbps
Laos — 43,20 Mbps
Indonesia — 40,37 Mbps
Dengan angka tersebut, internet Indonesia bahkan masih kalah dari Laos dan Kamboja. Posisi ini memperlihatkan ketimpangan infrastruktur digital Indonesia yang masih belum merata.
Sementara itu, untuk kategori fixed broadband, Singapura menjadi raja internet ASEAN sekaligus salah satu yang tercepat di dunia. Kecepatan fixed broadband Singapura tembus lebih dari 324 Mbps berdasarkan laporan Digital 2025. Thailand dan Vietnam juga sudah menembus lebih dari 260 Mbps, sedangkan Indonesia masih tertahan di kisaran 30-40 Mbps.
Kondisi ini memunculkan kritik keras terhadap kualitas infrastruktur telekomunikasi nasional. Di saat negara tetangga agresif mengembangkan fiber optic dan 5G, banyak wilayah di Indonesia masih mengalami sinyal lemah, jaringan tidak stabil, hingga tarif internet yang dianggap belum sebanding dengan kualitas layanan.
Ironisnya, harga internet di Indonesia tidak bisa dibilang murah jika dibandingkan kualitas yang diterima masyarakat. Sejumlah laporan internasional menunjukkan biaya internet mobile Indonesia memang relatif murah secara nominal, tetapi value for money dinilai buruk karena kecepatannya rendah dan stabilitas jaringan kerap bermasalah. Pengguna sering mengeluhkan buffering video, lag saat meeting online, hingga game online yang tidak stabil terutama di luar kota besar.
Negara dengan internet tercepat di ASEAN saat ini masih dipegang Singapura untuk fixed broadband, sedangkan Malaysia dan Brunei mulai mendominasi internet mobile berkat penetrasi jaringan 5G yang masif. Di sisi lain, Indonesia yang memiliki populasi terbesar di ASEAN justru tertinggal cukup jauh dalam hal kualitas koneksi internet.
Laporan tersebut menjadi tamparan keras bagi ekosistem digital Indonesia. Di tengah ambisi menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, kualitas internet yang lambat dinilai bisa menghambat produktivitas, pendidikan digital, industri kreatif, hingga investasi teknologi.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "Internet Indonesia Paling Lelet di ASEAN 2025, Kalah Jauh dari Malaysia dan Singapura"