Pesawat Turkish Airlines Terbakar Saat Mendarat di Nepal, 277 Penumpang Selamat

Turkish Airlines kebakaran saat mendarat di khatmandu Nepal pada Senin (11/5/2026). (Foto: tangkapan layar video) 

Editor: Devona R

GEBRAK. ID; KHATMANDU — Sebuah pesawat milik maskapai Turkish Airlines mengalami kebakaran saat mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu, Nepal, pada Senin (11/5/2026). Insiden ini sempat memicu kepanikan, namun berakhir tanpa korban luka.

Juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Nepal, Gyanendra Bhul, mengonfirmasi bahwa pesawat yang datang dari Istanbul, Turki, itu mengangkut 277 penumpang dan 11 awak kabin.

"Pesawat terbakar setelah terjadi percikan api di roda pendaratan kanan saat menyentuh landasan. Semua penumpang selamat, operasi penyelamatan telah selesai. Kami sekarang sedang menyelidiki kecelakaan tersebut," ujar Bhul kepada AFP, Senin (11/5/2026).

Kronologi Kejadian

Peristiwa terjadi pada pagi hari waktu setempat. Sesaat setelah roda pesawat Turkish Airlines menyentuh landasan pacu, awak bandara melihat percikan api dari sisi kanan roda pendaratan. Api dengan cepat membesar, memunculkan kepulan asap tebal.

Petugas pemadam kebakaran bandara langsung bergerak cepat. Seluruh proses evakuasi penumpang dan pemadaman api berlangsung kurang dari 30 menit. Tidak ada laporan cedera serius baik terhadap penumpang maupun kru.

Akibat insiden ini, satu-satunya landasan pacu di Bandara Kathmandu ditutup hampir dua jam sejak pukul 09:45 waktu setempat. Puluhan penerbangan domestik dan internasional sempat tertunda. Otoritas bandara memastikan landasan telah dibuka kembali siang hari.

Penanganan dan Investigasi

Otoritas penerbangan sipil Nepal langsung membentuk tim investigasi untuk mencari penyebab pasti percikan api pada sistem pendaratan pesawat. Pesawat Turkish Airlines yang terbakar kini dievakuasi ke area pemeliharaan bandara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Turkish Airlines sendiri hingga berita ini diturunkan belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, kantor perwakilan mereka di Kathmandu telah dikerahkan untuk membantu penumpang.

Tantangan Penerbangan di Nepal

Insiden ini kembali menyoroti tantangan penerbangan di Nepal. Negara Himalaya itu memiliki bandara dengan medan ekstrem, diapit puncak bersalju dan pendekatan yang sempit. Bandara Kathmandu sendiri hanya memiliki satu landasan pacu yang melayani seluruh lalu lintas internasional.

Sebelumnya, Uni Eropa telah memasukkan semua maskapai Nepal ke dalam daftar hitam. Menyikapi risiko tinggi itu, pemerintah Nepal tahun lalu mengumumkan rencana pemasangan sistem radar dan pemantauan cuaca modern.

Insiden Turkish Airlines di Nepal Bukan Pertama Kalinya

Ini bukan pertama kalinya pesawat Turkish Airlines mengalami insiden di Nepal. Pada 2015, pesawat dengan 224 penumpang tergelincir dari landasan pacu Kathmandu saat akan lepas landas. Saat itu juga tidak ada korban luka, namun penutupan landasan pacu berlangsung selama empat hari dan membatalkan puluhan penerbangan internasional.

Insiden 2015 lalu disebabkan oleh kesalahan navigasi dan kondisi cuaca buruk.

Reaksi Sementara

Para penumpang yang selamat langsung dibawa ke terminal kedatangan untuk pemeriksaan kesehatan dan didampingi petugas imigrasi. 

Seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya kepada media lokal mengatakan, "Kami merasakan benturan keras, lalu melihat api dari jendela. Semua orang berteriak, tapi kru pesawat sangat sigap membuka pintu darurat."

Hingga berita ini tayang, otoritas Nepal terus melakukan investigasi lanjutan.

(berbagai sumber) 



.



Posting Komentar untuk "Pesawat Turkish Airlines Terbakar Saat Mendarat di Nepal, 277 Penumpang Selamat"