5.777 Guru SD Dilatih Ajarkan Bahasa Inggris, Target Berlaku Wajib Mulai 2027

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara daring di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (8/5/2026) memaparkan peta jalan implementasi Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) selama periode 2025 hingga 2029. (Foto: Tangkapan layar Youtube/Antara)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mempercepat persiapan penerapan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai pelajaran wajib di sekolah dasar (SD). Salah satu langkah yang dilakukan ialah melatih ribuan guru SD agar memiliki kompetensi mengajar Bahasa Inggris untuk siswa kelas 3 SD.

Melalui Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI), Kemendikdasmen menargetkan puluhan ribu guru SD akan mendapatkan pelatihan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan pada tahap awal sebanyak 5.777 guru dari 177 kabupaten dan kota telah siap mengikuti pelatihan perdana tersebut.

“Pada tahap pertama ini ada sebanyak 5.777 guru yang menjadi peserta. Dengan target total 90.447 guru, maka pelatihan akan dilakukan bertahap selama tiga tahun mendatang,” ujar Nunuk Suryani dalam peluncuran Program PKGSD-MBI yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendikdasmen, Jumat (8/5/2026).

Menurut Nunuk, program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa sejak dini sekaligus memperkuat kualitas pendidikan dasar di Indonesia.

Pelatihan tersebut akan menggunakan metode kombinasi atau blended learning yang menggabungkan pembelajaran daring, tatap muka, serta pendampingan komunitas belajar agar guru mendapatkan pengalaman praktik mengajar secara langsung.

Kemendikdasmen menargetkan sekitar 10 ribu guru SD mengikuti program tersebut sepanjang 2026 sebagai bagian dari persiapan penerapan Bahasa Inggris wajib mulai tahun ajaran 2027/2028.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten dan kota agar guru yang selesai mengikuti pelatihan nantinya bisa mendapatkan penugasan mengajar Bahasa Inggris di sekolah masing-masing,” kata Nunuk.

Nunuk menjelaskan, pada tahap awal kebijakan tersebut akan diterapkan bagi siswa kelas 3 SD. Karena itu, pemerintah akan memetakan kebutuhan guru bersama dinas pendidikan daerah agar distribusi tenaga pengajar lebih merata.

Kemendikdasmen menargetkan sebanyak 58.896 sekolah dasar mulai menerapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib pada tahun ajaran 2027/2028. “Harapannya guru yang mengikuti program ini nantinya memang diprioritaskan mengajar di kelas 3 SD saat implementasi dimulai,” ujar Nunuk.

Program tersebut juga menjadi solusi atas minimnya guru SD yang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris. Berdasarkan data Kemendikdasmen, sekitar 90 ribu sekolah dasar dari total 150 ribu SD di Indonesia saat ini belum memiliki guru dengan kompetensi khusus mengajar Bahasa Inggris.

Kondisi itu dinilai menjadi tantangan besar dalam meningkatkan kemampuan literasi global peserta didik Indonesia di tengah persaingan pendidikan internasional yang semakin kompetitif.

Penguasaan Bahasa Inggris sejak usia dini penting untuk memperkuat kemampuan komunikasi, akses ilmu pengetahuan global, serta kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi dan dunia kerja masa depan.

Dengan program pelatihan guru ini, pemerintah berharap kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar dapat berjalan lebih efektif dan merata di seluruh daerah.

(Sumber: Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "5.777 Guru SD Dilatih Ajarkan Bahasa Inggris, Target Berlaku Wajib Mulai 2027"