Kemendikdasmen Ungkap Fakta SIMT: 400 Ribu Murid Berprestasi Sudah Masuk Database Nasional

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat sistem pembinaan talenta nasional melalui pengembangan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Murid. Melalui platform digital tersebut, lebih dari 400 ribu murid berprestasi di seluruh Indonesia kini telah terdata dalam basis data nasional.

Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan berbasis talenta dan prestasi yang tengah didorong pemerintah.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan SIMT hadir untuk memastikan tidak ada potensi murid yang terlewat dari proses pembinaan nasional.

“Sistem Informasi Manajemen Talenta menjadi pangkalan data nasional yang mengidentifikasi prestasi murid agar tidak ada talenta yang terlewat. Saat ini sudah sebanyak 400 ribu lebih murid berprestasi terdata di SIMT,” ujar Irene di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Irene, data yang masuk ke dalam SIMT berasal dari hasil kurasi berbagai ajang talenta dan kompetisi yang diselenggarakan oleh Puspresnas Kemendikdasmen.

Platform ini sekaligus menjadi implementasi dari Kemendikdasmen melalui regulasi terbaru, yakni Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid.

SIMT dirancang untuk mempermudah proses pembinaan prestasi murid secara nasional. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendataan, sistem ini juga digunakan untuk pengelolaan informasi ajang talenta, pemantauan capaian prestasi, hingga pemetaan potensi murid di berbagai bidang.

Mulai dari riset dan inovasi, seni budaya, hingga olahraga, seluruh potensi murid diharapkan dapat dipetakan lebih terarah melalui sistem digital yang terintegrasi.

Kemendikdasmen menilai digitalisasi layanan seperti SIMT menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pembinaan talenta secara modern dan akuntabel.

Dengan sistem yang terhubung secara nasional, sekolah, dinas pendidikan, hingga pemangku kepentingan lain dapat mengakses data lebih cepat dan akurat sesuai kewenangan masing-masing.

Selain mempermudah pengelolaan data, SIMT juga diharapkan mampu mengurangi kendala administrasi manual yang selama ini kerap memperlambat proses verifikasi prestasi murid.

“Digitalisasi layanan menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data dan memperkuat akuntabilitas program pembinaan talenta secara berkelanjutan,” demikian penjelasan dalam keterangan resmi Kemendikdasmen.

Di sisi lain, Kemendikdasmen juga memberikan klarifikasi terkait maraknya informasi pemeringkatan sekolah dan perguruan tinggi yang beredar di media sosial.

Irene menegaskan bahwa Puspresnas tidak pernah mengeluarkan daftar resmi pemeringkatan prestasi sekolah maupun kampus sebagaimana yang ramai diperbincangkan di internet.

“Puspresnas tidak pernah menerbitkan maupun mengeluarkan informasi resmi terkait pemeringkatan prestasi perguruan tinggi dan satuan pendidikan sebagaimana yang beredar di media sosial dan media online,” tegas Irene.

Irene meminta masyarakat lebih teliti dalam menerima dan menyebarluaskan informasi digital, terutama yang mengatasnamakan lembaga pemerintah.

Untuk pemeringkatan perguruan tinggi sendiri, Irene menjelaskan bahwa umumnya dilakukan oleh lembaga internasional seperti Times Higher Education dan QS World University Rankings.

Sementara itu, kualitas sekolah biasanya diukur melalui asesmen nasional, akreditasi, dan indikator mutu pendidikan lainnya.

Ke depan, SIMT diharapkan menjadi pusat data talenta nasional yang mampu mendukung pengambilan kebijakan berbasis data. Kemendikdasmen juga mendorong kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, sekolah, dan berbagai pihak untuk memastikan implementasi sistem berjalan optimal di seluruh Indonesia.

Dengan pengelolaan data yang lebih rapi dan terintegrasi, pemerintah berharap potensi murid Indonesia dapat teridentifikasi lebih dini dan dikembangkan secara maksimal demi menciptakan generasi unggul di masa depan.

(Sumber: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Kemendikdasmen Ungkap Fakta SIMT: 400 Ribu Murid Berprestasi Sudah Masuk Database Nasional"