Maskapai Pertama di Dunia Hadirkan Solusi Anti Jet Lag, Penumpang Bisa Tiba Lebih Segar

Industri penerbangan saat ini tak hanya bersaing di tiket pesawat melainkan juga pelayanan "wellness" yang semakin menyeluruh. (Foto: tangkapan layar) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA--Maskapai penerbangan global kembali menghadirkan inovasi baru untuk meningkatkan kenyamanan penumpang jarak jauh. Kali ini, maskapai asal Fiji, Fiji Airways, disebut menjadi salah satu maskapai pertama di dunia yang secara khusus meluncurkan program penanganan jet lag berbasis sains bagi penumpang dan awak kabin.

Program bernama “FlyWell” tersebut dirancang untuk membantu penumpang mengurangi efek jet lag melalui kombinasi produk relaksasi, panduan pemulihan tubuh, hingga pendekatan kesehatan berbasis ritme biologis atau circadian rhythm. 

Inovasi ini mulai diterapkan pada penerbangan jarak jauh rute Nadi menuju Los Angeles dan San Francisco untuk penumpang kelas bisnis mulai 1 Juni 2026. Program tersebut juga tersedia di lounge premium bandara internasional Fiji. 

Managing Director dan CEO Fiji Airways, Paul Scurrah, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi layanan penerbangan modern yang lebih memperhatikan kesehatan penumpang.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman penerbangan yang benar-benar meningkatkan kesejahteraan penumpang dan kru,” ujar Scurrah dalam keterangan resmi perusahaan. 

Jet Lag Jadi Masalah Utama Penerbangan Jarak Jauh

Jet lag selama ini menjadi salah satu keluhan utama penumpang internasional, terutama pada penerbangan lintas zona waktu. Kondisi ini terjadi ketika jam biologis tubuh tidak sinkron dengan waktu di destinasi tujuan.

Laporan National Geographic menyebutkan bahwa jet lag dapat memicu gangguan tidur, kelelahan ekstrem, sulit konsentrasi, hingga penurunan mood selama beberapa hari setelah penerbangan. 

Pakar kesehatan perjalanan menyebut paparan cahaya, pola makan, hidrasi, serta kualitas tidur selama penerbangan menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak jet lag.

Karena itu, sejumlah maskapai dunia mulai berlomba menghadirkan teknologi dan layanan berbasis wellness atau kesehatan penumpang.

Industri Penerbangan Mulai Fokus pada Wellness

Sebelum Fiji Airways, Etihad Airways juga pernah memperkenalkan teknologi “Jet Lag Adviser” bekerja sama dengan Panasonic Avionics.

Teknologi tersebut menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis pola tidur, ritme sirkadian, tinggi badan, berat badan, hingga jadwal penerbangan guna memberikan rekomendasi personal bagi penumpang. 

Sementara itu, Qatar Airways juga dikenal menghadirkan fitur kabin modern untuk membantu mengurangi kelelahan penumpang, mulai dari pencahayaan LED adaptif, tekanan kabin lebih rendah, kelembapan udara lebih baik, hingga sistem sirkulasi udara canggih pada armada Airbus A350-1000. 

Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi tren baru industri aviasi global, terutama setelah meningkatnya permintaan perjalanan internasional pascapandemi.

Persaingan Maskapai Kini Bukan Sekadar Harga Tiket

Pengamat industri penerbangan menilai pengalaman penumpang kini menjadi faktor utama dalam persaingan maskapai dunia. Tidak hanya ketepatan waktu dan harga tiket, kenyamanan fisik dan kesehatan selama penerbangan juga mulai menjadi perhatian serius.

Lembaga pemeringkat AirlineRatings bahkan menempatkan kualitas pengalaman penumpang sebagai indikator utama dalam menentukan maskapai terbaik dunia 2026. 

Qatar Airways kembali menempati posisi teratas dalam daftar maskapai terbaik dunia tahun ini berkat kualitas layanan kabin dan inovasi pengalaman penerbangan. 

Dengan hadirnya layanan anti jet lag seperti FlyWell, industri penerbangan diperkirakan akan semakin mengarah pada konsep “wellness aviation”, yakni penerbangan yang tidak hanya membawa penumpang sampai tujuan, tetapi juga menjaga kondisi tubuh tetap prima saat tiba.

(berbagai sumber)