Peluang Masuk Kuliah Negeri Kini Makin Terbuka, Unhas Buka Seleksi Mandiri Jalur Afirmasi Disabilitas 2026

Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar kembali membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui Jalur Seleksi Mandiri (JSM) Afirmasi Disabilitas Tahun 2026. (Foto: unhas.ac.id)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID – Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar kembali membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui Jalur Seleksi Mandiri (JSM) Afirmasi Disabilitas Tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan ramah bagi seluruh kalangan.

Pendaftaran jalur afirmasi tersebut resmi dibuka sejak 11 Mei dan akan berlangsung hingga 19 Juni 2026 melalui laman resmi PMB Unhas di https://regpmb.unhas.ac.id.

Seleksi ini diperuntukkan khusus bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas yang ingin melanjutkan studi jenjang Diploma IV (D4) maupun Sarjana (S1).

Peserta diberikan kesempatan memilih hingga dua program studi sesuai minat dan rumpun keilmuan yang tersedia di berbagai fakultas. Namun, terdapat pengecualian untuk Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Keperawatan yang tidak termasuk dalam jalur ini.

Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa Baru Unhas, Nurul Ichsani, mengatakan jalur afirmasi disabilitas merupakan bentuk pengembangan akses pendidikan yang telah dijalankan kampus selama beberapa tahun terakhir.

“Jalur ini hanya untuk siswa disabilitas, sehingga peluang peserta bisa lulus di Unhas jauh lebih besar,” ujarnya dalam sosialisasi resmi yang dikutip dari laman Unhas, Rabu (20/5/2026).

Peluang Lebih Besar bagi Penyandang Disabilitas

Program afirmasi tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih setara bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Selain memberikan kuota khusus, Unhas juga menyiapkan sistem asesmen awal melalui Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin guna memastikan kesiapan layanan akademik sesuai kebutuhan mahasiswa.

Dalam prosesnya, calon peserta wajib mengikuti asesmen awal sebelum mendaftar secara resmi di portal PMB.

Asesmen tersebut melibatkan tim profesional bersama pihak fakultas untuk memetakan kebutuhan pembelajaran dan fasilitas penunjang selama masa kuliah.

Pihak kampus menegaskan, sistem ini bukan untuk membatasi peserta, melainkan memastikan proses belajar nantinya berjalan nyaman dan efektif.

Sebagai tahap akhir, peserta akan memperoleh Sertifikat Asesmen Profil Disabilitas dan Kemampuan yang wajib diunggah saat proses pendaftaran.

Syarat Seleksi Jalur Afirmasi Disabilitas Unhas


Calon peserta yang ingin mengikuti seleksi harus memenuhi sejumlah persyaratan umum, antara lain:

* Warga Negara Indonesia (WNI)
* Penyandang disabilitas
* Lulusan SMA/sederajat dalam tiga tahun terakhir
* Memiliki NISN yang terdaftar di NPSN
* Lulus asesmen awal Pusat Disabilitas Unhas
* Belum diterima melalui jalur SNBP, SNBT, maupun jalur mandiri lainnya di Unhas

Selain dokumen identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga, peserta juga wajib mengunggah ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL), rapor semester 1 hingga 6, surat keterangan disabilitas dari rumah sakit atau puskesmas, serta hasil asesmen dari Pusdis Unhas.

Jadwal Penting yang Wajib Dicatat

Pihak Unhas mengingatkan calon mahasiswa agar memperhatikan jadwal seleksi agar tidak terlambat mengikuti tahapan administrasi maupun ujian.

Berikut jadwal lengkap JSM Afirmasi Disabilitas Unhas 2026:

* Pendaftaran, pembayaran, dan unggah berkas: 11 Mei–19 Juni 2026
* Ujian seleksi: 23 Juni 2026
* Pengumuman hasil: 2 Juli 2026
* Daftar ulang dan pembayaran UKT: 3–15 Juli 2026

Informasi lengkap mengenai pedoman seleksi juga dapat diakses melalui Pedoman Jalur Afirmasi Disabilitas Unhas di https://dikmawa.unhas.ac.id/pedoman-pmb-jalur-afirmasi-disabilitas-id/.

Pendidikan Inklusif Jadi Sorotan


Dalam beberapa tahun terakhir, isu pendidikan inklusif semakin mendapat perhatian di Indonesia. Banyak perguruan tinggi mulai membuka jalur afirmasi sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan tinggi bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Langkah Unhas ini menjadi contoh positif bagi kampus lain dalam membangun sistem pendidikan yang lebih terbuka dan setara.

Selain membuka peluang akademik, jalur afirmasi juga dinilai membantu meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja dan kehidupan sosial secara lebih luas.

(Sumber: unhas.ac.id)

Jangan Terlewatkan: Unhas Makassar Buka Fakultas Kedokteran untuk Penyandang Disabilitas