Pemkot Depok Larang Piknik Berkedok Study Tour, Sekolah Diminta Fokus Pendidikan Karakter


Disdik Depok minta seluruh sekolah tidak gelar piknik berkedok study tour ( foto:depok.go.id) 


Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA--Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengimbau seluruh sekolah untuk tidak lagi menggelar kegiatan piknik berkedok study tour yang dinilai membebani orang tua siswa. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Himbauan Nomor 400.3.1/3097/Sekret.um/2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah TK, SD, hingga SMP negeri maupun swasta di Kota Depok. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menegaskan imbauan itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat mengenai Program 9 Langkah Pembangunan Pendidikan menuju terwujudnya peserta didik “Cageur, Bageur, Bener, Pinter tur Singer”. 

Dalam keterangannya yang dimuat di laman resmi Pemerintah Kota Depok, Wahid meminta sekolah lebih memprioritaskan kegiatan pendidikan yang memiliki dampak langsung terhadap pembentukan karakter siswa dibanding agenda seremonial atau wisata. Ia mengatakan sekolah diharapkan menghadirkan kegiatan inovatif berbasis lingkungan, kewirausahaan, pertanian organik, peternakan, hingga pengenalan dunia usaha dan industri sebagai pengganti study tour. 

“Sekolah dilarang membuat kegiatan wisuda, perpisahan atau penamaan lainnya yang memiliki dampak pada penambahan beban orang tua,” ujar Wahid Suryono dalam surat imbauan tersebut. 

Selain larangan study tour dan wisuda, Disdik Depok juga meminta sekolah mendukung program Makan Bergizi dengan membiasakan siswa membawa bekal dari rumah dan mengurangi budaya jajan berlebihan. Siswa yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) juga dilarang membawa kendaraan bermotor ke sekolah. 

Tak hanya itu, sekolah diminta memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan Pramuka, Paskibra, dan Palang Merah Remaja. Pemerintah juga menyoroti perilaku menyimpang siswa seperti tawuran, kecanduan gim online, balap liar, merokok, hingga penggunaan knalpot bising yang nantinya akan dibina bersama TNI dan Polri dengan persetujuan orang tua. 

Kebijakan tersebut mempertegas langkah Pemkot Depok dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sederhana, disiplin, dan berorientasi pada penguatan moral serta kualitas peserta didik di tengah sorotan publik terhadap biaya kegiatan sekolah yang dinilai kerap memberatkan wali murid. 

(berbagai sumber)