
Petenis ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi. (Foto: VOI)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID; JAKARTA — Petenis ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi, menunjukkan mental juara saat memastikan tiket final Maroko Open 2026 usai melewati laga sengit di babak semifinal, Kamis (21/5/2026). Berpasangan dengan petenis veteran Rusia, Vera Zvonareva, Aldila sukses bangkit dari ketertinggalan sebelum menumbangkan pasangan Slovenia-Polandia, Nika Radisic dan Katarzyna Piter.
Pasangan unggulan pertama itu menang lewat pertarungan tiga set dengan skor 4-6, 6-2, dan 10-6 dalam super tie-break pada turnamen WTA 250 yang berlangsung di Rabat, Maroko.
Kemenangan tersebut menjadi momentum penting bagi Aldila yang terus menjaga konsistensi performanya di level internasional. Sempat kehilangan set pertama akibat tekanan lawan yang tampil agresif sejak awal pertandingan, Aldila dan Vera mampu mengubah ritme permainan pada set kedua.
Servis yang lebih stabil serta permainan net yang rapi membuat pasangan ini mulai mendominasi jalannya laga. Statistik pertandingan menunjukkan Aldila/Vera mampu meraih 80 persen poin dari servis pertama pada set kedua, sekaligus mengonversi peluang break point penting untuk memaksa pertandingan berlanjut ke super tie-break.
Di set penentuan, pasangan unggulan teratas itu tampil jauh lebih percaya diri. Mereka bahkan mencatatkan 100 persen keberhasilan servis pertama, sebuah catatan impresif di fase krusial pertandingan.
Aldila dan Vera akhirnya memastikan kemenangan setelah bertarung selama satu jam 35 menit. Hasil itu sekaligus membawa keduanya selangkah lebih dekat menuju gelar juara Maroko Open 2026.
Pada partai final, Aldila/Vera akan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya yang mempertemukan pasangan Anastasia Detiuc/Irina Khromacheva melawan Magali Kempen/Eudice Chong.
Perjalanan Aldila di Maroko Open tahun ini menjadi sorotan tersendiri karena ia tampil cukup konsisten di lapangan tanah liat, permukaan yang dikenal membutuhkan stamina serta ketahanan mental tinggi.
Sebelumnya, Aldila juga sempat berpasangan dengan Irina Khromacheva pada rangkaian turnamen Timur Tengah awal tahun 2026, yakni Qatar Open dan Dubai Tennis Championships. Namun kala itu, keduanya belum mampu melangkah jauh setelah tersingkir di babak pertama.
Sementara itu, kabar berbeda datang dari petenis muda Indonesia lainnya, Janice Tjen. Langkah Janice harus terhenti di babak 16 besar Maroko Open setelah dikalahkan unggulan Kolombia, Camila Osorio.
Dalam pertandingan yang berlangsung lebih dari dua jam, Janice sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit. Setelah kalah 3-6 di set pertama, petenis tunggal putri Indonesia itu bangkit dan merebut set kedua dengan skor 6-3.
Namun, pengalaman dan konsistensi Osorio menjadi pembeda di set ketiga. Petenis Kolombia tersebut tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 6-0.
Meski gagal melaju ke perempat final, penampilan Janice tetap mendapat apresiasi karena mampu bersaing kompetitif di turnamen level WTA 250. Penampilan itu juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan tenis putri Indonesia di kancah internasional.
(Sumber: WTA)